HarianBernas.com – Anuar Gonzalez Hemadi sedang menjadi topik perbincangan hangat di Meksiko. Gara-garanya adalah karena hakim dari negara bagian Veracruz tersebut menjatuhkan vonis yang menyatakan kalau para pelaku yang disidangnya tidak melakukan pemerkosaan.
Kasus yang dimaksud adalah mengenai pelcehan seksual yang menimpa seorang remaja wanita pada bulan Januari 2015. Awalnya korban yang pada waktu itu berusia 17 tahun tersebut diseret ke dalam mobil oleh 2 orang pria. Menurut pengakuan korban, salah satu pria meremas dadanya. Sementara pria yang satu memasukkan jarinya ke kemaluannya.
Hemadi menjelaskan alasan kenapa ia tidak melihat peristiwa tersebut sebagai pemerkosaan. Menurut Hemadi, pelaku tidak sengaja menyentuh bagian sensitif korban dan tidak ada bukti kalau apa yang dilakukan pelaku bertujuan untuk memuaskan gairah seksualnya. Ia juga menambahkan kalau korban bisa membela diri karena setelah memohon kepada pelaku, mereka membiarkan korban berpindah ke kursi depan mobil.
Begitu publik mengetahui vonis yang dijatuhkan oleh Hemadi, mereka pun beramai-ramai mengekspresikan kemarahannya. Di media sosial, foto-foto Hemadi beredar sambil disertai tulisan ?Hakim Babi? dan ?Jangan Lupakan Wajah Ini?. Lembaga Jaringan Hak-Hak Anak Meksiko juga mengecam vonis yang dijatuhkan Hemadi sambil menyebutnya sebagai putusan yang absurd.
Badan hukum setempat nampaknya sadar akan betapa kontroversialnya putusan Hemadi tersebut. Mereka pun mengumumkan kalau Hemadi tidak lagi menangani kasus ini. Jaksa negara bagian Veracruz juga mengumumkan rasa tidak sukanya atas putusan tersebut dan sudah mengajukan banding.
