HarianBernas.com – Efek domino memburuknya hubungan Meksiko dan AS merambat ke berbagai sektor. Tak terkecuali di sektor pariwisata. Menurut pakar pariwisata Douglas Quimby seperti yang dikutip oleh Forbes, kebijakan-kebijakan kontroversial Donald Trump sejak mulai menjabat menjadi presiden bakal berdampak pada berkurangnya minat turis asing untuk berkunjung ke AS.
Quimby menjelaskan kalau selama beberapa bulan terakhir, Trump terlibat perang Twitter dengan bekas presiden Meksiko. Media-media AS juga kian ramai berspekulasi mengenai kemungkinan timbulnya perang dagang dengan Meksiko. Ia lantas memperingatkan kalau hal tersebut bakal berdampak pada jutaan warga Meksiko dari golongan ekonomi menengah yang ingin melakukan perjalanan wisata.
Jika turis Meksiko tidak mau lagi berkunjung ke AS, negara mana yang kira-kira bakal menjadi tujuan alternatifnya? Menurut Alexandra Talty selaku kolumnis Forbe, Kanada adalah destinasi alternatif tersebut. Penyebabnya adalah di saat sentimen negatif rakyat Meksiko terhadap AS kian meninggi, Kanada mengeluarkan kebijakan baru untuk memudahkan warga Meksiko berkunjung ke Kanada.
Bulan Juni 2016, Perdana Menteri Kanada mengumumkan kalau warga Meksiko yang ingin berkunjung ke Kanada tidak perlu lagi mengurus visa. Ketika kebijakan tersebut mulai dijalankan pada bulan Desember, jumlah warga Meksiko yang berkunjung ke Kanada dilaporkan melonjak hingga sebanyak 82 persen. Pada periode yang sama, jumlah kunjungan warga Meksiko ke AS justru berkurang sebanyak 9 persen kendati nilai tukar dollar sedang melemah.
Menurunnya minat warga Meksiko ke AS patut diperhatikan secara serius. Pasalnya Meksiko merupakan pangsa pasar terbesar kedua bagi sektor pariwisata AS sesudah Kanada. Sebanyak satu dari sembilan warga AS juga meggantungkan hidupnya dari sektor pariwisata. Quimby lantas menyimpulkan kalau masa depan yang tidak menentu sedang membentang di hadapan industri pariwisata AS.
