HarianBernas.com – Sudah menjadi rahasia umum kalau merokok membawa dampak negatif bagi penggunanya. Penyakit pada saluran pernapasan adalah penyakit yang paling lazim menimpa kaum perokok. Namun sebenarnya berapa banyak orang yang meninggal akibat merokok? Menurut tim peneliti pimpinan Emmanuela Gakidou, jawabannya adalah 1 banding 10 jumlah kematian di seluruh dunia.
?Kendati selama lebih dari setengah abad sudah ada bukti-bukti yang tidak diragukan mengenai dampak merusak dari tembakau, sekarang ini, 1 dari 4 pria di seluruh dunia adalah perokok harian,? papar Gakidou seperti yang dikutip oleh BBC.
Gakidou menambahkan, ?Merokok menjadi faktor resiko terbesar kedua yang menyebabkan kematian dini dan kecacatan. Dan untuk mengurangi dampak negatifnya kita harus mengintensifkan pengendalian tembakau untuk mengurangi maraknya aktivitas merokok dan beban yang ditimbulkannya.?
Dalam laporan yang mereka buat, Gakidou dan rekan-rekannya memaparkan kalau tingkat kematian akibat rokok antara tahun 1990 hingga 2015 meningkat sebanyak 4,7 persen. Namun mereka juga melaporkan kalau sejumlah negara berhasil mengurangi jumlah perokok melalui kombinasi dari penambahan pajak rokok, pemberian pesan peringatan pada kotak rokok, dan program-program penyuluhan.
Brazil adalah contoh dari negara yang berhasil mengurangi jumlah perokoknya. Antara tahun 1990 hingga 2015, jumlah perokok pria harian di Brazil menurun menjadi 12 persen dari yang awalnya 29 persen. Namun di sejumlah negara yang salah satunya adalah Indonesia, jumlah perokok harian dalam rentang periode yang sama tidak mengalami perubahan. Rusia dalam rentang periode serupa justru mengalami penambahan jumlah perokok harian menjadi 4 persen.
