HarianBernas.com – Pestisida bak pedang bermata dua. Penggunaan pestisida membantu mengatasi serangan hama sehingga bahaya kerusakan atau bahkan gagal panen total akibat serangan hama bisa dihindari. Namun, pestisida juga membawa dampak negatif karena sisa-sisa bahannya bisa terendap dalam tanaman yang hendak dikonsumsi oleh manusia. Selain membunuh hewan hama, hewan-hewan lain yang kebetulan ada di lokasi penyemprotan juga turut menjadi korban.
Menurut tim ilmuwan pimpinan Nicolas Munier-Jolain, ternyata banyak petani yang berkeinginan untuk mengurangi penggunaan pestisida. Salah satunya karena mereka khawatir dengan dampak negatif pestisida bagi kesehatan. Namun, kuatnya campur tangan perusahaan yang menjual bibit tanaman berikut pestisida pada sejumlah kalangan petani menyebabkan niat mereka tidak bisa terealisasi begitu saja.
Selama ini, pihak perusahaan mengklaim kalau penggunaan pestisida adalah hal yang vital untuk menjamin kesuksesan panen. Namun, hasil penelitian Munier-Jolain dan rekan-rekannya menunjukkan hasil berbeda. Mereka menemukan kalau sekitar 94 persen lahan pertanian yang mereka teliti tidak mengalami perubahan signifikan dalam hal produksi kendati mereka mengurangi penggunaan pestisida.
Dalam penelitian yang sama, mereka juga menemukan kalau dua per lima lahan pertanian yang mereka teliti justru mengalami kenaikan jumlah produksu usai berhenti menggunakan pestisida. Penelitian ini dilakukan oleh Munier-Jolain dan rekan-rekannya dengan cara menganalisa dan membandingkan hampir 1.000 lahan pertanian dari berbagai tipe yang tersebar di seluruh Prancis.
Namun, Munier-Jolain mengakui kalau hasil penelitian tersebut tidak lantas menandakan kalau pestisida adalah bahan yang tidak berguna. Supaya petani bisa tetap menjaga produktivitas sekaligus keamanan lahannya dari serangan hama, ia lantas mengajurkan supaya petani menerima informasi mengenai metode-metode pengendalian hama tanpa penggunaan pestisida, misalnya, dengan cara menggunakan sistem penanaman secara bergiliran dan memilih varian benih yang tahan hama.
