HarianBernas.com – Tidak akurnya hubungan Israel dengan kelompok-kelompok yang memusuhinya memaksa negara Zionis tersebut terus memperbarui persenjataannya. Haaretz memberitakan kalau Israel kini mengoperasikan sistem pertahanan baru yang diberi nama Ketapel Daud. Tujuan pengoperasikan Ketapel Daud adalah untuk menembak jatuh roket-roket yang ditembakkan oleh Hizbullah, Hamas, dan kelompok-kelompok lainnya.
Ketapel Daud bukanlah satu-satunya sistem pertahanan berbasis rudal yang dioperasikan oleh Israel. Sebelumnya Israel juga sudah mengoperasikan sistem pertahanan yang masing-masingnya diberi nama Kubah Baja dan Anak Panah. Jika Kubah Baja didesain untuk menembak jatuh roket dengan jarak tempuh dekat, maka Anak Panah dirancang untuk menembak roket dengan jangkauan amat jauh semisal roket Scud.
Ketapel Daud sendiri dirancang untuk menembak jatuh roket yang memiliki akurasi tinggi dan jarak tembak level menengah. Misalnya roket M-600 yang dimiliki oleh Hizbullah. Ketiga sistem tersebut dioperasikan bersama-sama untuk menopang satu sama lain dan memastikan wilayah Israel benar-benar aman dari serangan musuh-musuhnya.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan betapa pentingnya sistem pertahanan berlapis yang dimiliki oleh negaranya. ?Dengan seluruh kepentingan untuk (memperkuat) kemampuan sistem pertahanan kami, saya ulangi, mereka yang berniat menyakiti kami bakal dikalahkan. Mereka yang mengancam keberadaan kami akan membahayakan keberadaan mereka sendiri.?
Keberadaan sistem pertahanan berlapis itu sendiri tidak menandakan kalau wilayah Israel aman sepenuhnya dari ancaman serangan roket kelompok musuh. Haaretz menulis kalau Hizbullah bisa meluncurkan seribu roket per harinya jika kembali terlibat perang dengan Israel di masa depan. Sehingga peluang kalau wilayah Israel mengalami kerusakan akibat hantaman roket Hizbullah tetaplah ada.
