HarianBernas.com – Lautan normalnya terlihat berwarna biru ketika dipotret dari satelit. Namun pemotretan yang dilakukan oleh NASA baru-baru ini justru menunjukkan adanya corak berwarna kehijauan di Laut Arab. Luas corak hijau itu sendiri kurang lebih setara dengan luas wilayah Meksiko.
Pemandangan ini sendiri bukanlah yang pertama kalinya terlihat di Laut Arab. Namun yang membuat pemandangan kali ini istimewa adalah cakupannya yang membentang mulai dari pesisir Oman hingga India.
Corak hijau tersebut aslinya adalah gumpalan alga hijau Noctiluca scintillans. Alga kecil bercahaya ini normalnya hanya menyusun piramida makanan dalam jumlah kecil. Namun ketika terjadi peningkatan jumlah plankton, alga hijau ini pun mengalami ledakan populasi dan mendominasi perairan setempat.
Kendati terlihat indah ketika dilihat dari luar angkasa, alga hijau yang jumlahnya terlampau banyak memiliki dampak negatif bagi perairan setempat. Ketika mati, onggokan alga hijau akan menghasilkan amonia yang beracun dan berbau tidak sedap. Jika jumlah alga hijau yang mati terlampau banyak, ikan-ikan yang ada di perairan tersebut akan mengalami kematian massal.
Hal tersebut jelas bukanlah kabar baik bagi sektor perikanan di sekitar Laut Arab. Padahal ada sekitar 120 juta orang yang menjadikan sektor perikanan di perairan tersebut sebagai sumber pendapatannya. Bau busuk yang ditimbulkan oleh alga hijau juga bakal membuat wisatawan lebih enggan berkunjung ke pantai.
