HarianBernas.com – Pertandingan persahabatan sesuai namanya seharusnya bisa menjadi ajang untuk mempererat hubungan antara pihak-pihak yang bertanding. Sayangnya hal tersebut tidak terjadi dalam pertandingan persahabatan yang satu ini. Pertandingan antara timnas Pantai Gading melawan Senegal pada hari Senin malam (27/3/2017) waktu setempat harus dihentikan sebelum peluit akhir gara-gara kerusuhan.
Kendati pertandingan persahabatan ini mempertemukan dua tim Afrika, pertandingan ini sendiri digelar di Stade Charlety yang terletak di luar kota Paris karena Perancis banyak dihuni oleh imigran asal Pantai Gading dan Senegal. Babak pertama berjalan tanpa hambatan dan berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Senegal berhasil memecah kebuntuan lebih dulu melalui tendangan penalti Sadio Mane di menit 68. Keunggulan Senegal tidak berjalan lama setelah gelandang Zoro Cyriac Gohibi mencetak gol balasan dua menit kemudian. Tensi pertandingan pun bertambah panas dan ikut menjalar hingga keluar lapangan hijau. Suporter yang tidak memiliki tiket mencoba menerobos ke dalam stadion dengan memanjat pagar pengaman.
Pertandingan terhenti di menit ke-88 setelah suporter berhamburan masuk ke dalam lapangan. Salah satu dari mereka bahkan menerjang pemain Senegal Lamine Gassama hingga jatuh. Wasit Tony Chapron kemudian memerintahkan pemain kedua kesebelasan untuk menunggu di kamar ganti untuk sementara waktu. Namun karena situasi di lapangan kian tak terkendali, wasit akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan.
Bukan sekali ini saja suporter Pantai Gading dan Senegal terlibat kerusuhan ketika keduanya bertemu. Tahun 2012, suporter Senegal mengamuk setelah timnya tertinggal 0-2 dari Pantai Gading kendati Senegal bermain di kandangnya sendiri. Akibat kerusuhan tersebut, Senegal pun didiskualifikasi dari kualifikasi Piala Afrika 2013.
