HarianBernas.com – Rodrigo Duterte kembali harus menuai badai akibat pernyataan yang dikeluarkannya. Uni Eropa pada hari Senin (27/3/2017) memanggil duta besar Filipina di Brussels untuk meminta penjelasan dari pernyataan terbaru Duterte. Presiden Filipina tersebut pada hari Jumat mengancam akan menggantung tokoh-tokoh Uni Eropa jika mereka masih mengkritik jalannya perang melawan narkoba di Filipina.
?Aku sudah akan merasa gembira dengan hanya menggantung kalian. Jika saya memiliki pilihan yang lebih disukai, saya akan menggantung kalian semua,? kata Duterte dalam komentarnya yang ditujukan ke Uni Eropa tersebut. Ia menambahkan, ?Kalian (Uni Eropa) menggunakan tekanan di setiap negara yang masih memiliki hukuman mati.?
Duterte juga menuduh Uni Eropa meminta Filipina membangun klinik kesehatan supaya para pecandu narkoba bisa tetap menerima pasokan obat-obatan terlarang. Namun Uni Eropa di lain pihak membantah tuduhan Duterte tersebut. Uni Eropa menjelaskan kalau pihaknya hanya melakukan kerja sama dengan badan narkoba Filipina untuk membangun klinik penampung pasien narkoba di sejumlah desa setempat supaya mereka bisa menyembuhkan kecanduannya sambil menerima pendidikan keterampilan dan sosial.
Sejak Duterte mencanangkan perang melawan narkoba pada pertengahan tahun lalu, lebih dari 7 ribu orang dilaporkan tewas akibat dibunuh oleh polisi. Duterte juga dituduh melakukan pembiaran terhadap tindakan polisi melakukan pembunuhan kepada terduga pengedar narkoba tanpa melalui proses peradilan.
