HarianBernas.com – Lebih dari 100 negara anggota PBB menggelar konferensi pada hari Senin (27/3/2017) waktu setempat di New York. Topik utama dalam konferensi tersebut adalah mengenai larangan kepemilikan senjata nuklir. Namun konferensi ini dianggap berakhir gagal karena negara-negara yang memiliki senjata nuklir memilih untuk tidak mengikuti konferensi yang bersangkutan.
Ada 9 negara yang tercatat memiliki senjata nuklir. Kesembilan negara tersebut adalah Rusia, AS, Tiongkok, Inggris, Perancis, India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara. Selain kesembilan negara tadi, konferensi ini juga dioboikot oleh lebih dari 30 negara lain yang memiliki hubungan erat dengan negara-negara pemilik senjata nuklir tadi.
Nikki Haley selaku delegasi AS untuk PBB menjelaskan alasan mengapa AS dan negara-negara sekutunya memboikot konferensi tersebut. Menurut Haley, negara-negara pemilik senjata nuklir baru akan bersedia mendukung pelarangan senjata nuklir jika negara-negara dengan reputasi buruk tetap dibiarkan memiliki senjata tersebut.
Haley lantas menjadikan Korea Utara sebagai contoh. ?Kita harus bersikap realistis. Adakah orang yang berpikir kalau Korea Utara akan melarang senjata nuklir?? Harley lalu menambahkan, ?Korea Utara akan menjadi pihak yang bersorak dan kami semua, beserta orang-orang yang kami wakili, akan berada dalam bahaya.?
Beatrice Fihn dari organisasi Kampanye Internasional untuk Menghapuskan Senjata Nuklir tidak bisa menutupi rasa kecewanya. Ia berkomentar, ?Adalah hal yang mengecewakan untuk melihat negara-negara dengan rekam jejak kemanusiaan yang kuat berdiri dengan pemerintahan yang mengancam perlombaan senjata yang baru.?
