HarianBernas.com – Insiden rasisme masih menghantui AS. Kali ini yang menjadi korban adalah Deep Rai, penganut agama Sikh asal India. Menurut laporan Al Jazeera, Rai diserang pada hari Jumat (4/3/2017) waktu setempat di kota Kent.
Menurut Ken Thomas selaku Kepala Polisi Kent, insiden bermula ketika seseorang mendekati Rai yang tengah sibuk dengan mobilnya. Mendadak orang tersebut mengeluarkan senjatanya dan kemudian menembak Rai. Orang tersebut juga sempat mengeluarkan kata-kata kasar kepada Rai sambil memintanya untuk segera pergi dari AS.
Kendati tertembak, Rai tidak sampai kehilangan nyawanya karena ia hanya tertembak di bagian lengan. Ia juga sudah menerima perawatan dari pihak rumah sakit dan sudah diperbolehkan pulang. Menurut pengakuan Rai, orang yang menyerangnya merupakan pria kulit putih yang berpostur kekar. Namun Rai tidak bisa mengenali wajahnya karena pria tersebut mengenakan topeng yang menutupi sebagian wajahnya.
Rajdeeph Singh selaku juru bicara The Sikh Coalition yang berbasis di New York mengutuk insiden tersebut sambil menyerukan agar kejahatan bermotif kebencian rasial dijadikan sebagai prioritas untuk diberantas. Di luar negeri, Menteri Hubungan Luar Negeri Sushma Swaraj menyatakan rasa simpatinya atas insiden yang menimpa Rai. Swaraj menambahkan kalau ia juga sudah berbicara dengan ayah Rai mengenai kondisi Rai usai tertembak.
Insiden yang menimpa Rai sekaligus menambah panjang daftar insiden yang menimpa warga keturunan India di AS. Pada hari Kamis (3/3/2017), seorang warga India bernama Harnish Patel ditembak mati di Carolina Selatan saat menutup tokonya. Sebelumnya pada bulan Februari, Srinivas Kuchibhotla tewas akibat insiden penembakan yang mengambil tempat di sebuah bar kota Kansas.
