HarianBernas.com – Langkah kontroversial diambil oleh pemerintah Afrika Selatan. Associated Press memberitakan kalau pemerintah Afrika Selatan berencana melegalkan perdagangan domestik cula badak. Mereka juga berencana melegalkan ekspor cula badak dalam jumlah terbatas.
Berdasarkan rancangan undang-undang yang diusulkan, konsumen dari luar negeri akan diperbolehkan membeli maksimal dua cula badak untuk keperluan pribadi semata. Konsumen yang sudah membeli cula hanya diperbolehkan meninggalkan Afrika Selatan melalui Bandara Internasional O.R. Tambo di kota Johannesburg.
Bandara yang sama rencananya akan memiliki tim petugas yang ditempatkan khusus untuk memeriksa DNA konsumen beserta segala macam informasi terkait cula badak yang dibawa. Namun mereka yang skeptis menuding kalau penggunaan sistem ini hanya akan menjadi lahan korupsi oleh pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan sistemnya.
Para aktivis lingkungan hidup diperkirakan tidak akan merestui rencana kebijakan pemerintah ini. Pasalnya populasi badak di alam liar sekarang tengah di ambang kepunahan akibat penyempitan habitat dan perburuan ilegal. Harga cula badak yang tinggi menjadi alasan mengapa badak menjadi sasaran pemburu dan pedagang gelap.
Rakyat Afrika Selatan sendiri memiliki opini yang terbelah terkait rencana ini. Aktivis Allison Thomson menyatakan kalau legalisasi perdagangan cula badak hanya akan merugikan sektor pariwisata safari Afrika Selatan. Peternak badak John Hume di lain pihak berpendapat kalau legalisasi perdagangan cula akan membantu menurunkan harga cula dan praktik perburuan ilegal.
Afrika Selatan sekarang memiliki sekitar 20 ribu ekor badak. Jumlah tersebut merupakan 80 persen dari total badak di Afrika. Menurut data pemerintah, jumlah badak yang menjadi korban perburuan ilegal pada tahun 2016 menurun 10 persen menjadi 1.054 ekor. Pemerintah mengklaim kalau penurunan tersebut disebabkan oleh kian gencaranya aktivitas pemberantasan perburuan liar. Namun para aktivis berspekulasi kalau penurunan terjadi lebih karena populasi badak di alam liar yang memang semakin sedikit.
