HarianBernas.com – Terumbu karang merupakan pemandangan indah yang bisa dijumpai di bawah laut. Sayangnya generasi mendatang terancam tidak bisa lagi melihat terumbu karang dengan mata kepala mereka sendiri. Menurut laporan Associated Press, kepunahan massal bakal menyerang lebih dari 90 persen populasi terumbu karang dunia dalam kurun waktu 50 tahun.
Pakar biologi laut Julia Baum mengonfirmasi hal tersebut. Menurutnya, dunia terancam kehilangan terumbu karang dalam rentang waktu yang lebih cepat dibandingkan perkiraan semula. Bahkan kalaupun manusia pada akhirnya berhasil menghentikan pemasanan global, mayoritas terumbu karang bakal tetap mengalami kepunahan.
Ruth Gates dari Institut Biologi Laut Hawaii menambahkan kalau punahnya terumbu karang dalam jumlah besar bakal membawa dampak negatif bagi umat manusia sendiri. Penyebabnya adalah karena terumbu karang yang terletak di tepi pantai berkontribusi dalam mengurangi dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh ombak tinggi. Terumbu karang juga menyumbang pendapatan bagi nelayan dan pengelola sektor pariwisata setempat.
Manfaat lain dari keberadaan terumbu karang adalah oksigen yang dihasilkannya sebagian turut dikonsumsi oleh manusia. Para ahli kerap menggambarkan terumbu karang sebagai hutan hujan di bawah laut karena kendati hanya memenuhi sebagian kecil lantai samudera, satu dari empat spesies hewan laut menjadikan terumbu karang sebagai habitatnya.
Langkah serius pun dijalankan untuk mencegah lenyapnya terumbu karang secara masif. Richard Vevers dan rekan-rekannya kini tengah melakukan proyek untuk menentukan terumbu karang yang paling tahan terhadap dampak pemanasan global. Vevers memaparkan kalau pihaknya berencana melindungi terumbu karang yang dimaksud dari hal-hal negatif semisal pencemaran laut. Ia berharap kalau terumbu karang tersebut nantinya bisa menjadi perintis untuk memperluas persebaran terumbu karang di masa depan.
