HarianBernas.com – Perairan Somalia masih menjadi perairan yang tidak bersahabat bagi kapal-kapal yang melintasinya. Menurut pegawai pemerintah Somalia seperti yang dikutip oleh VOA, kawanan perompak membajak sebuah kapal tanker dan membawanya ke daerah Puntland di Somalia utara.
Peristiwa pembajakan tersebut terjadi pada hari Senin (13/3/2017) waktu setempat. Kawanan perompak yang terlibat dalam aksi ini dilaporkan berjumlah 8 orang. Kapal tanker yang menjadi korban pembajakan dilaporkan sebagai kapal berbendera Uni Emirat Arab.
Pembajakan kapal-kapal komersial di Somalia mencapai puncaknya pada tahun 2010 hingga 2011. Modus operandi mereka adalah mengepung kapal memakai beberapa perahu motor dan kemudian menyandera para awaknya hingga pemilik kapal bersedia membayar tebusan yang jumlahnya mencapai jutaan dollar.
Namun patroli gabungan yang dilakukan oleh kapal-kapal militer dari beragam negara menyebabkan aktivitas pembajakan di perairan Somalia mengalami penurunan selama beberapa tahun berikutnya. Pembajakan yang menimpa kapal tanker baru-baru ini merupakan pembajakan kapal komersial pertama yang berakhir sukses selama beberapa tahun terakhir di perairan Somalia.
Menurut lembaga maritim internasional, sejak setahun terakhir kawanan perompak Somalia memang kembali aktif. Mengamankan perairan Somalia dari para nelayan ilegal luar negeri menjadi salah satu faktor pendorong utamanya. Tahun lalu, kapal nelayan asal Iran dan Yaman dibajak oleh perompak Somalia.
