HarianBernas.com – ISIS selama ini menjadi momok bagi peninggalan bersejarah karena seringnya kelompok tersebut menghancurkan patung dan bangunan dari masa kuno di wilayah-wilayah yang tengah dikuasainya. Namun ISIS ternyata tidak selalu membawa dampak negatif bagi peninggalan bersejarah. Kelompok tersebut juga ?membantu? mengungkap peninggalan bersejarah yang selama ini tersembunyi dari para arkeolog.
Menurut pengakuan arkeolog Laya Salih kepada The Telegraph, ISIS sempat membangun terowongan bawah tanah di Provinsi Nineveh, Irak utara. Tepatnya di bawah kuil kuno yang baru saja dihancurkan oleh anggota ISIS. Namun terowongan tersebut tanpa sengaja menyibak reruntuhan istana Kekaisaran Asyur yang selama ini terkubur.
Istana yang terkubur tersebut diketahui sebagai bangunan peninggalan abad ke-7 Sebelum Masehi (SM). Istana yang sama diperkirakan pertama kali dibangun pada masa pemerintaha Raja Sennacherib sebelum kemudian direnovasi oleh Raja Esharhaddon dan Ashurbanipal. Ketika kota Niniveh dihancurkan oleh pasukan musuh di tahun 612 SM, istana ini turut menerima sedikit kerusakan.
Di dalam salah satu terowongan, tim arkeolog menemukan kuneiform atau lempeng batu tulis yang dibuat pada tahun 672 SM. Sementara di dalam terowongan lain, mereka menemukan pahatan bergambar patung dewi yang dipercaya sedang menyiramkan air kehidupan untuk melindungi umat manusia.
Tim arkeolog yang dikirim ke Provinsi Nineveh awalnya berniat memeriksa dan menaksir skala kerusakan yang ditimbulkan oleh ISIS setelah provinsi tersebut berhasil direbut kembali oleh pasukan Irak. Namun mereka justru berhasil menemukan kejutan yang tak disangka-sangka ketika tengah memeriksa terowongan yang dibangun ISIS.
