YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Pemerintah Kota Yogyakarta dengan elemen masyarakat melakukan penanaman pohon langka untuk memperkuat identitas wilayah agar generasi masa depan mengetahui sejarah wilayah, serta jenis pohon yang dimaksud, Minggu (1/5/16).
Di kompleks Balai Kota Yogyakarta ada dua pohon timoho cukup besar dan akan ditambah empat pohon timoho di beberapa titik, di dekat pintu keluar dan di sekitar lokasi parkir.
“Kompleks Balai Kota Yogyakarta terkenal dengan nama Timoho karena dulu di wilayah ini merupakan hutan timoho. Oleh karena itu, kami pun mulai memperbanyak tanaman ini di kompleks balai kota,” kata Suyana, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta di penanaman kembali pohon langka di Balai Kota Yogyakarta.
Menurut Suyana, pohon timoho, bukanlah pohon perindang yang ditanam dengan jumlah banyak karena kurang sesuai karakter pohon dan pohon ini sangat membutuhkan perawatan intensif. Pohon Timoho tidak bisa tumbuh dengan cepat sehingga tak cocok jika dijadikan perindang di tepi jalan.
Kepala BLH ini berharap banyak warga yang memiliki kesadaran untuk merawat lingkungan dan menaman pohon-pohon langka ini yang bisa dijadikan identitas sebuah wilayah karena banyak warga yang tak tahu bentuk dari pohon-pohon langka itu.
Di sisi lain, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengahrapkan setiap wilayah dapat berpartisipasi untuk aktif melestarikan pohon-pohon langka yang berperan sebagai identitas wilayah.
“Masing-masing kecamatan bisa menaman pohon langka ini diikuti masyarakat,” tambahnya.
Salah satu produsen bakpia memprakarasi kegiatan penanaman pohon langka di kompleks Balai Kota Yogyakarta. Penanaman pohon Timoho ini dihadiri Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Gubernur DIY ini menanam sendiri pohon timoho.
Selain pohon timoho, pohon lain yang menjadi identitas wilayah di Kota Yogyakarta, misalnya pohon mentaok di Kotagede, pohon gayam di Jalan Gayam, dan pohon kenari dan banyak dijumpai di sepanjang sisi utara Jalan Kenari di kompleks Balai Kota Yogyakarta.
