JOGJA, HarianBernas.com ? Penyerapan anggaran yang disediakan untuk Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Jogja tahun ini, diperkirakan kurang dari 50 persen. Rendahnya penggunaan dana Jamkesda akibat banyak pemegang kartu Jamkesda beralih menggunakan jaminan kesehatan nasional yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Jamkesda Kota Yogyakarta Umi Nur Chariyati di ruang kerjanya, Selasa (17/11), mengungkapkan, penggunaan dana Jamkesda tahun 2015 hingga Oktober kemarin baru sekitar 40 persen. Melihat kecenderungan besaran penyerapan anggaran tersebut, dia memperkirakan penggunaan dana hingga akhir tahun nanti hanya sekitar 45 persen.
?Klaim Jamkesda yang harus kami bayar turun drastis. Ini karena banyak penduduk Kota Yogyakarta yang tadinya menjadi pemegang Jamkesda, sekarang ikut BPJS Kesehatan,? terang Umi.
Tahun lalu, menurut Umi, UPT Pelayanan Jamkesda Kota Yogyakarta membayar klaim ke rumah sakit rata-rata sekitar Rp 2,5 miliar per bulan. Sedangkan tahun ini, rata-rata klaim yang harus dibayarkan turun Rp 1 miliar, atau hanya Rp 1,5 miliar per bulan. Selain itu, jumlah pasien yang menjadi tanggungan Jamkesda Kota Yogyakarta juga turun. Misalnya pasien cuci darah yang semula 15 orang, saat ini hanya lima orang.
Meskipun serapan anggaran Jamkesda tahun ini turun drastis, Umi menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta tidak akan mengurangi alokasi anggaran untuk Jamkesda pada tahun depan. Tahun ini Pemkot menyediakan menganggarkan dana Rp 27,9 miliar untuk Jamkesda. Tahun 2016, jumlah anggaran yang disediakan sama.
