JOGJA, HarianBernas.com — Ribuan warga masyarakat Jogja sangat antusias menyaksikan prosesi kirab jumenengan KGPAA Paku Alam X, Kamis (7/1). Meskipun cuaca terik namun suasana panas terhapus dengan senyum dan lambaian tangan KGPAA Paku Alam X yang menyejukkan hati para pengunjung saat melewati dengan menaiki kereta kencana Kiai Manik Kumolo yang ditarik dengan enam kuda, bahkan jika masyarakat menyapa, adipati baru tersebut melebarkan senyuman untuk rakyatnya.
Kereta yang dihiasi dengan banyak bunga membawa aroma harum dan cukup membuat aura kewibawaan yang melekat, di samping jalan yang dilewati sudah dihiasi dengan untaian janur kuning yang menunjukkan Jogja sedang punya gawe pengangkatan adipati baru.
Ketua panitia kirab, Hasto Prakoso menjelang pemberangkatan kirab menjelaskan, rute yang akan ditempuh dalam kirab 3,5 kilometer, dari Puro Pakualaman jalan menuju Jalan Sultan Agung, Gajah Mada, Gayam, Cendana, Kusumanegara, kembali ke Jalan Sultan Agung, dan berakhir kembali ke Puro Pakualaman. Hasto menjelaskan urutan kirab diawali dengan marching band dari AAU Yogyakarta, kemudian disusul tujuh gajah, manggala yuda, prajurit abdi dalem pembawa bendera Puro Pakualaman, lalu kereta kencana yang ditumpangi KGPAA Paku Alam X, dan disusul dengan lima kereta kencana yang lain.
Selepas lewatnya kereta kencana yang dinaiki KGPAA Paku Alam X, masyarakat pun belum beranjak pulang dan suasana berganti riuh ketawa, ternyata ada iring-iringan kuda yang salah satunya diinaiki oleh pelawak terkenal Indro Warkop.
Di sisi lain di Kota Jogja pagi hari tidak ada penjual bubur yang berjualan. Ternyata persatuan penjual bubur di hari jumenengan serentak tidak berjualan hanya ingin mangayubagyo jumenengan KGPAA Paku Alam X dan berharap dengan melihat adipati baru, dagangan mereka akan bertambah laris.
