JOGJA, HarianBernas.com — Sukses yang Robby raih sekarang tidak datang begitu saja. Robby mengalami jatuh bangun dalam perjalanan mengelola bisnis. Robby bukan orang pertama dan satu-satunya yang mengalami jatuh bangun. Robby merintis dari bawah. Bisnis yang ia bangun bukanlah warisan dari orang tua dan bukan pula bisnis yang sudah berjalan. Bisnisnya pun bukan pula bisnis wangi yang diidam-idamkan banyak orang.
Robby mengawali bisnis dengan menawarkan jasa bersih-bersih. Istilah keren yang muncul belakangan adalah cleaning service di salah satu klinik kencantikan. Sesuai namanya, bisnis Robby berkecimpung di wilayah kotor seperti kamar mandi, toilet, lorong kantor, dan sejenisnya. Robby terjun langsung sebagai tenaga kebersihan yang pada saat itu belum mempunyai karyawan. Menyapu lantai, menguras kloset, mengepel, semua ia lakukan sendiri.
Ketika itu, anaknya masih berusia 3 tahun, karena rindu dengan sang ayah, anaknya diantar ke tempat ia bekerja pada pukul 20:00 dan bertanya ?papi kenapa ngepel di rumah orang?? Ia tidak merasa malu, baginya pekerjaan itu halal. ?Saya seorang petarung, jungkir balik dalam meniti perjalanan hidup sudah saya alami. Semua itu menjadikan saya lebih tangguh lagi,? terangnya kepada HarianBernas.com.
Perjuangan Robby terus berjalan hingga ia menjadi seorang owner Tupperware Jogja pada 02 Agustus 2002. Robby memiliki tekad kuat untuk sukses ?melihat orang sukses saya juga ingin sukses! dan bila orang lain bisa sukses saya juga pasti bisa!? inilah semboyannya. Mengawali bisnis Tupperware yang dirintis oleh sang istri kemudian pada tahun 2009 ia ikut membenahi dan mengembangkan bisnis sampai saat ini. Membangun bisnis bersama istri tercinta memanglah sangat mengasyikan. Berbagi suka duka bersama dan mempunyai segudang pengalaman menarik. Begitu juga yang dialami oleh Robby bersama istrinya dalam membangun bisnis ini, ketika itu sang istri sedang mengandung anak kedua. Masuk di usia 8 bulan ia dan istrinya tetap menjalankan aktivitas berjualan. Saat istri sedang presentasi produk, kandungannya mengalami kontraksi dan saat itu semua tamu undangan panik dan ingin memberikan pertolongan. Ya, sangat mengasyikan!
Menurut Robby bisnisnya adalah bisnis yang tidak hanya fokus kepada keuntungan semata, tetapi membangun wanita dan keluarganya menjadi lebih baik. Bukan hanya menuntut anggotanya untuk berjualan, tetapi menyediakan training, seminar dan aktivitas lainnya yang meningkatan kemampuan menjual para anggotanya. Di sini ia tertantang untuk membuat semacam kurikulum yang jelas, namun dinamis. Sehingga, ketika para anggotanya tumbuh dalam kemampuan manejerial, penghasilannya pun secara otomatis akan bertambah.
Robby rutin mengadakan seminar di kantornya sendiri yang diisi dengan berbagai macam training dan terkadang diminta oleh beberapa kampus untuk mengisi kuliah kewirausahaan. ?Seorang owner adalah motor dari segala aktivitas. Sistem juga dibuat oleh manusia jadi walaupun sistem sudah berjalan, namun harus tetap ada manusia yang mengawasinya,? jelasnya.
Keinginan Robby adalah menjangkau lebih banyak lagi wanita-wanita Indonesia bergabung ke dalam bisnis Tupperware. Begitu juga dengan tantangan yang harus ia hadapi, yakni mental block adalah hal yang paling menantang untuk dibongkar.
Robby juga membuat sebuah buku dan akan lauching pada tanggal 16 Januari 2016 yang berjudul Rahasia Menjual dengan Hati. Motivasi ia menulis buku ini adalah karena ia terpanggil untuk berbagi apa yang sudah ia lakukan di dalam mengelola bisnis.
Dorongan untuk terus sukses bahwa ia ingin membahagiakan kedua orangtua, keluarga dan orang-orang di sekitar. Robby mengatakan bawha kesuksesan bukanlah tujuan, tetapi sebuah perjalanan dan kegagalan adalah sebuah pembelajaran. Tidak ada seorang sukses manapun yang tidak pernah merasakan kegagalan. Kegagalan adalah tanda bahwa kita harus lebih dan lebih baik lagi dalam berusaha.
Mimpi seorang Robby sangatlah besar. Ia ingin membuat wanita dan keluarganya menjadi lebih baik dalam kualitas kehidupan.
Biodata
Nama lengkap: Robianto Suhardjo
Tempat, Tanggal Lahir: Bandung, 29 Maret 1971
Hobi: Renang, bersepeda, bermain musik, bernyanyi
Tokoh Idola: Presiden kedua Soeharto
Buku Favorit: Cashfow Quadrant, Rich Dad and Poor Dad karya Robert Kiyosaki
Pendidikan: Sarjana Teknik Elektro
Organisasi:
- Sekjen Asosiasi Manajemen Indonesia (AMA) Yogyakarta