KLATEN, HarianBernas.com — Betapa semakin maju zaman rupanya semakin banyak sampah dihasilkan. Sayangnya, kegencaran produksi tidak diimbangi dengan edukasi konsumsi. Orang sibuk bagaimana berbelanja namun tidak siap bagaimana mengelola limbah belanjaannya. Akibatnya, perilaku membuang sampah sembarangan masih saja terjadi.
Sadar akan hal itu, Sekolah Maria Assumpta Klaten memilih untuk mengedukasi siswa supaya berperilaku hidup bersih dan tertib. Kebiasaan baik yang sudah ditanamkan di sekolah ditularkan ke masyarakat. Dan pada akhirnya SMP Maria Assumpta memilih untuk menjadi pelopor sekolah peduli lingkungan di Klaten. Demikian dilaporkan guru sekolah setempat Nunu Darmawan kepada HarianBernas.com, Senin (22/2).
Sekolah yang beralamatkan di Jl. Bali No 19 Klaten, Jawa Tengah, ini, setiap hari Minggu pagi, seperti Minggu (21/2) kemarin, sekitar pukul 06.30 sampai dengan pukul 08.00 wib selalu beraksi di seputar Jalan Pemuda, mulai dari area depan Alun-Alun Klaten sampai di sekitar depan Lembaga Pemasyarakatan Klaten. Aksi yang dilakukan oleh siswa SMP Maria Assumpta Klaten adalah memungut sampah, kemudian meletakkannya di tong sampah yang mereka bawa berkeliling untuk kemudian sampah tersebut mereka tempatkan di tempat/bak pembuangan sampah yang ada di sekitar jalan Pemuda.
Setiap kelas mendapat giliran untuk melaksanakan aksi ?Peduli Sampah? setiap hari Minggu. Aksi yang dilakukan oleh siswa yang didampingi oleh bapak/ibu guru wali kelas ini berusaha mengedukasi warga yang ikut serta dalam kegiatan Car Free Day untuk mau peduli dengan lingkungan sekitarnya dengan cara menempatkan sampah yang mereka hasilkan pada tempatnya.
Kegiatan ini sudah berjalan selama tiga bulan. Beberapa siswa bercerita mengenai pengalamannya bahwa pada awalnya dulu mereka kerap juga merasa malu dengan apa yang mereka lakukan. Mereka tampil beda dan terkesan melawan arus dari kebanyakan orang yang lebih memilih untuk membuang sampah di sembarang tempat.
Setelah kegiatan ini berjalan beberapa saat, akhirnya beberapa siswa pun mengungkapkan ada perasaan bangga yang tumbuh dalam hati mereka bahwa mereka sanggup untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi orang lain. Mereka tampil beda dan karya yang mereka lakukan adalah sesuatu yang orisinal.
Pihak sekolah pun menyadari bahwa apa yang sekolah tanamkan sekarang ini, mungkin baru akan dipanen sekian waktu yang akan datang. ?Pengalaman memungut sampah dan menempatkannya di tempat sampah dalam kegiatan Car Free Day ini, baru akan terasa berharga ketika kelak mereka dewasa,? kata Sr Tati OSU, selaku Kepala SMP Maria Assumpta Klaten.
Sebagai bagian dari sekolah Ursulin, aksi semacam ini juga merupakan penerapan dari nilai-nilai dasar pendidikan Ursulin, salah satunya adalah ?Serviam? yang berarti pelayanan dan pengabdian. Siswa diajak untuk terjun ke dalam aksi nyata. Mereka memberi kontribusi secara langsung bagi masyarakat, dalam hal ini adalah menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
