HarianBernas.com – Menjadi penyiar radio adalah satu pilihan langkah karier yang khas. Banyak yang mendamba bisa berprofesi sebagai awak siar yang tak lepas dari dunia musik dan berita itu. Terutama bagi anak muda, penyiar dianggap sebagai salah satu batu loncatan untuk menapaki kesuksesan hidup.
Untuk menjadi seorang penyiar sangatlah mudah. Hanya dengan berbicara di depan mic, Anda sudah bisa menjadi seorang penyiar. Namun untuk menjadi penyiar yang selalu dikenang pendengarnya, dibutuhkan kesungguhan menjalin rasa. Saat on-air pun menjadi moment istimewa setiap saat. Bukan sekedar tampil narsis dan bergaya, bukan pula dengan membuat suasana kocak yang mengocok perut pendengar saja. Namun ada jurus-jurus ampuh yang mesti Anda kuasai.
Berikut inilah jurus-jurus ampuh menjadi penyiar yang selalu dinanti pendengar:
Siaran dengan Niat. Awali selalu dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ucapkan afirmasi sebelum on-air. Satu afirmasi yang pernah penulis lakukan saat bertugas di Radio Geronimo FM Yogyakarta, misalnya: “Bismillah… Aku siaran untuk menjadi sahabat terbaik dan menggembirakan bagi listeners-ku. Sesuai nama Geronimo radio station-ku….Grha Rowang Nisreyasa Modana…Sasana Persahabatan Terbaik dan Menggembirakan.. Lillahi Ta'ala“. Tentu setiap penyiar bisa berkreasi dengan afirmasinya masing-masing.
Jauhi Gaya Monoton. Usahakan tak mengulang kalimat yang sama dengan siaran-siaran sebelumnya. Ini lebih mudah jika on-air bersama penyiar lain atau duet dan talkshow. Namun, jika harus siaran sendirian, daya spontanitas harus dimunculkan agar pendengar selalu mendapat surprise.
Siapkan Sikap Hati yang Memberi. On-air di radio itu sangat khas. Ketulusan seorang penyiar mudah dirasakan oleh pendengar. Ketika suara menjadi media utama, maka energi batin penyiar bergelombang menggerakkan hati pendengarnya. Nafas empati dari tuturan kalimat penyiar itu jadi pengikat erat hubungan antara penyiar dengan pendengar.
Buka Wawasan Pendengar. Penyiar wajib memiliki cakrawala pengetahuan yang luas. Bacaannya harus kaya. Berbagi pengetahuan atau berita dengan suasana saling membuka diri sangatlah penting. Inilah yang dinanti pendengar, karena merasa mendapat ilmu, tanpa merasa menghadapi guru.
Akhiri Selalu dengan Salam. Salam adalah doa terbaik dan harapan untuk bertemu kembali dengan pendengar. Kalimatnya bisa sangat variatif, namun yang penting ucapkan itu dengan sepenuh jiwa. Kesungguhan hati saat melisankan salam membuat pendengar dan sang penyiar rindu berjumpa kembali.
Menjadi penyiar adalah soal melayani pendengar. Penyiar sejati semata menyuarakan hati dan jiwa sesama yang mendengarkannya. Maka saat pendengar mendengarkan suara penyiar on-air, dia akan merasa cocok dan nyaman.
.jpg)