YOGYAKARTA, HarianBernas.com– Dewasa ini, dunia fashion telah menjelma menjadi industri yang besar dan menjanjikan. Kebutuhan manusia untuk selalu tampil cantik, tampan, dan menawan, membuat fashion adalah hal yang penting untuk dipikirkan. Bahkan, seperti kita tahu, keluarga presiden, keluarga pejabat, atau bahkan keluarga kerajaan yang selalu menjadi sorotan masyarakat mempunya penata fashion sendiri.
Suatu hal yang menimbulkan banyak minat otomatis juga menumbuhkan banyak ragam karya. Dibalik karya ada tangan dingin para desainer atau perancang busana. Salah satu desainer muda yang sudah semestinya Indonesia bangga memilikinya adalah Lulu Luthfi Labibi. Desainer asal Yogyakarta ini mulai dikenal setelah menjadi pemenang pertama Lomba Perancang Mode (LPM) tahun 2011. Sebagai juara pertama, Lulu mendapatkan beasiswa untuk belajar di The Fashion Institute of Design & Merchandising, Los Angeles, selama tiga bulan, dan uang tunai sebesar 4.000 dolar AS.
Bukan berasal dari keluarga kaya dan berkecukupan, Lulu bersyukur bisa mengeyam pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Jurusan Kriya Tekstil. Ibunya yang berprofesi sebagai guru tidak bisa lagi membiayai selepas Lulu lulus kuliah. Maka, Lulu pun harus mulai berpikir apa yang harus ia lakukan untuk dapat menghasilkan uang. Lulu pun tidak menyangka bahawa fashion kemudian menjadi dunia yang digelutinya dan menghasilkan pundi-pundi rupiah untuknya.
Meskipun begitu, yang terpenting bagi Lulu adalah berkarya karena menggambar memang sudah menjadi kegemarannya semenjak kecil. Kata ibunya, Lulu selalu senang bila diberi pensil.
Kemenangan Lulu di ajang LPM 2011 bukanlah rezeki yang datang tiba-tiba layaknya hanya sbeuah keberuntungan. Persiapan yang dilakukan sudah bertahun-tahun sebelumnya. Lulu terus mengasah kemampuannya dalam mendesain dengan menerima orderan dari rekan-rekan dan lingkungan sekitarnya.
Lulu adalah seorang desainer Indonesia sejati. Ia sangat mencintai kain-kain asli Indonesia, seperti lurik, batik, tenun, kain ikat, maupun sarung. Meskipun Lulu banyak mendapat inspirasi dari desainer luar negeri tapi kain tradisional selalu memiliki tempat istimewa di hatinya. Itulah mengapa salah satu keinginan dan cita-citanya adalah membuat kain tradisional Indonesia populer di pasar dunia. Untuk itu, tentu kita juga harus mempersiapkan baik kualitas produksi maupun variasinya.
Terobosan Lulu dalam karyanya adalah tidak menggunakan pola-pola baku seperti kebanyakan pakaian jadi. Ia ingin membuat pelanggannya merasa spesial dengan memakai baju yang tidak pasaran. Lulu lebih sering merancang karya-karyanya dengan teknik draping, di sini kain dapat dililit, ditumpuk, atau diikat. Tak terbatas hanya bawahan rok dan celana saja, tetapi juga atasan, dress, juga jaket. Setiap pemakaiannya bisa bervariasi, ditambah aksesori seperti belt atau manik-manik tentu membuatnya semakin cantik.
Lulu adalah anak muda hebat yang dimiliki bangsa Indonesia. Apapun bidangnya, setiap karya orisinil apalagi mengangkat budaya bangsa tentu merupakan aset bagus untuk Indonesia. Meskipun selama ini dunia fashion masih dianggap tidak terlalu banyak memberikan pengaruh pada sendi kehidupan masyarakat, tapi lihat saja, ia berhasil mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.
