HarianBernas.com – Selama ini kita mengetahui bahwa hanya pisang saja yang enak untuk dijadikan camilan. Bagaimana dengan kulit pisang? Apakah hanya akan berakhir di tempat sampah? Tidak. Seorang wirausaha bernama Wati menyulap kulit pisang menjadi camilan yang lezat. Berawal dari keinginan membuka warung kecil sebagai mata penghasilan keluarganya karena setelah suaminya di PHK di sebuah perusahaan swasta, kondisi ekonominya kian terpuruk.
Namun, untuk membuka sebuah warung membutuhkan modal yang banyak. Berkali-kali meminjam uang dari bank namun tidak juga diterima. Mau meminjam rentenir tapi bunganya sangat besar.
Wati pun sering merenung di depan rumah untuk mencari inspirasi. Suatu hari, ia melihat anaknya sedang makan buah pisang, dan setelah habis kulit pisang itu hanya di buang di teras rumah. Ia pun menyuruh anaknya untuk membuang kulit pisang itu di tempat sampah. Namun, tiba-tiba ia mendapat sebuah inspirasi tentang kulit pisang. Kemudian kulit pisang itu ia pungut dan ia bawa masuk ke dalam rumah.
Saat itu juga, ia mencari referensi mengenai pisang dan kulitnya. Lalu, keesokan harinya ia menyiapkan semua bahan yang dibelinya dari uang pinjaman Rp.100 ribu yang ia butuhkan untuk mengolah kulit pisang menjadi peluang untuk bisnis. Bahan-bahan tersebut antara lain kulit pisang, alat kapur, garam, gula dan tepung. Wati pun mulai mengolah bahan-bahan dari kulit pisang tersebut:
- Langkah pertama, kulit pisang dicuci hingga bersih.
- Kemudian, larutkan setengah sendok teh kapur dalam 1 liter air. Rendam kulit pisang ke dalam larutan kapur selama kurang lebih 20 menit.
- Lalu, larutkan garam ke dalam air, sebanyak satu sendok the dan rendam kulit pisang ke dalam larutan garam kurang lebih 20 menit.
- Selanjutnya larutkan gula ke dalam air, sebanyak tiga sendok teh. Rendam kulit pisang ke dalam larutan gula, lamanya kurang lebih 20 menit
- Setelah selesai, jemur kulit pisang selama 8 jam,
- Sesudah kering, goreng kulit pisang hingga kuning kecokelatan. Lalu kemas dan jual.
Dapat diambil kesimpulan bahwa berbisnis itu yang dibutuhkan adalah kemauan dan usaha.
