BANDUNG, HarianBernas.com –Siapa yang masih berpikiran bahwa singkong adalah makanan orang kampung? Jangan salah, singkong saat ini sudah bisa bersaing dengan makanan modern lainnya. Di tangan Aceng, singkong disulap menjadi makanan ringan yaitu singkong crispy dan crispy konghui. Dia bersama dengan karyawannya mengolah singkong hasil petani singkong di sekitar tempat tinggalnya. Berikut kisah Aceng si wirausahawan sukses.
Baca juga: Inilah Bedanya Tepung Tapioka, Tepung Terigu dan Berbagai Tepung Lainnya
Pria bernama lengkap Aceng Kodir ini awalnya merasa prihatin dengan nasib petani singkong di sekitar tempat tinggalnya yang tidak mengalami kemajuan. Singkong yang mereka jual hanya laku dengan harga sangat murah yaitu Rp 400/kg. Pria asal Bandung ini pun mencari ide bagaimana agar nasib para petani itu bisa berubah lebih baik dan bagaimana cara memproduksi singkong agar disukai semua kalangan. Tercetuslah ide membuat singkong crispy. Dengan modal Rp 200.000, ia membeli beberapa kilogram singkong dari tetangga. Bahan untuk membuat singkong crispy seperti minyak, alat pengepres adonan singkong agar benar-benar tipis, digunakan alat pembuatan molen juga tidak ketinggalan ia beli.
Singkong crispy buatannya tidak langsung ia jual, tapi ia tawarkan pada tetangga, dan belakangan ke Ketua RT, RW, Kepala Desa, Camat, sampai Bupati. Dari situlah, produknya mulai dikenal orang dan banyak yang menyukainya. Karena itulah, Aceng berani untuk menjual singkong crispy buatannya.
Tidak disangka berkat kerja keras dan ketekunannya, singkong crispy dan crispy konghui buatan pria berumur 42 tahun ini laku keras di pasaran. Dia bisa meraih omzet sebanyak Rp 3 juta per hari. Singkong crispy berbahan dasar singkong, sementara crispy konghui merupakan perpaduan antara singkong dan hui (ubi, dalam bahasa Indonesia). Ubi yang dipilih adalah ubi berwarna ungu.
Dia juga membuat inovasi baru yaitu crispy konghui yang terbuat dari perpaduan singkong dan ubi ungu. Ubi ungu ini ia dapat dari Jawa Timur. Namun belakangan dirinya membudidayakan ubi ungu di kampungnya. Dengan cepat crispy konghui ini laris di pasaran. Bahkan pasarnya adalah wisatawan dalam maupun luar negeri. Kedua camilan itu pun dijual di Kartikasari dan Circle K. Satu bungkus singkong crispy dijual Rp 19.000, sedangkan crispy konghui Rp 20.000. Satu bungkus isi bersih 250 gram.
Dalam sehari Aceng memproduksi sebanyak 250 bungkus singkong crispy dan crispy konghui dengan harga Rp 12.500/bungkus ke reseller.
Waw.. sungguh luar biasa ya, sobat.
