JAKARTA, HarianBernas.com — Persaingan dua bank plat merah, Mandiri dan BRI, semakin seru di kuartal pertama 2016 ini. Dalam hal aset konsolidasi, kedua bank berlomba mendongkrak aset lewat aksi akuisisi dan pertumbuhan kredit. Tahun lalu, aset konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp 910,06 triliun sementara aset BRI Rp 878,42 triliun.
Baca juga: Begini 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Sekretaris Perusahaan Mandiri Rohan Hafas kepada media, Minggu (6/3) mengatakan, aset Mandiri ditargetkan tembus Rp 1.000 triliun atau tumbuh 12%-14% secara konsolidasi. Strategi yang ditempuh Mandiri dengan fokus menumbuhkan pinjaman, terutama kredit infrastruktur dan mikro, termasuk di dalamnya kredit usaha rakyat (KUR).
Selain itu, lanjut Rohan, pihaknya akan menggelar ekspansi anorganik di sektor kredit ritel. Alasannya, kredit ritel berkontribusi 32,7% dari total kredit.
Sementara itu, BRI menargetkan pertumbuhan aset 10% menjadi Rp 900 triliun di 2016. Strateginya, memacu kenaikan penyaluran kredit sebesar 12% – 14% menjadi Rp 63,6 triliun-Rp 62,5 triliun. Demikian dipaparkan Wakil Direktur Utama BRI Sunarso, kepada media, Minggu (6/3). Menurut Sunarso, sebagaimana dikutip HarianBernas.com dari Kontan, BRI juga masih mengkaji akuisisi seluruh saham multifinance BTMU-BRI Finance, yang saat ini memiliki aset sebesar Rp 2,7 triliun.
Persaingan tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran para bankir secara umum tentang kondisi likuiditas perbankan di dalam negeri yang mengetat akibat kebijakan pemerintah yang terkait dengan simpanan atau dana pihak ketiga (DPK).
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
.jpg)