HarianBernas.com ? Shalat Gerhana adalah shalat yang dilakukan sebanyak dua raka?at berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun, para ulama ada yang berselisih mengenai tata caranya. Ada yang berpendapat bahwa sholat gerhana dilakukan seperti sholat sunnah biasanya, yaitu dua raka?at dan setiap raka?at ada sekali ruku?, dua kali sujud. Ada juga yang memberikan pendapatnya bahwa shalat gerhana dilakukan dua raka?at dan setiap raka?at ada dua kali sujud. Pendapat yang terakhirlah yang digunakan dan dipilih oleh mayoritas ulama.
Dikutip dari FP ?Mengenal Ajaran Islam lebih Dekat?, ada beberapa hadits tegasyang memperkuat pendapat itu yaitu:
?Aisyah radhiyallahu ?anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ?alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk menyeru ?ASH SHALATU JAMI?AH? (mari kita lakukan shalat berjama?ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku? dan empat kali sujud dalam dua raka?at. (HR. Muslim no. 901)
?Aisyah menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ?alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemudian beliau ruku? dan memperpanjang ruku?nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku? kembali dan memperpanjang ruku? tersebut namun lebih singkat dari ruku? yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka?at berikutnya beliau mengerjakannya seperti raka?at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.? (HR. Bukhari, no. 1044)
Lebih jelasnya, tatacara shalat gerhana sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama, adapun urutannya adalah:
- Berniat di dalam hati dan tidak melafadzkan karena melafadzkan niat termasuk ke dalam perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita Shallaku ?alaihi wa sallam dan Beliau juga tidak pernah melafadkan niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.
- Takbiratul Ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
- Membaca do?a Istiftah dan berta?awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (salah satunya surat Al Imran) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya).
- Lalu ruku? sambil memanjangkannya
- Bangkit dari ruku? atau I?tidal dan mengucapkan ?SAMI?ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD?
- Lalu kita tidak langsung sujud, tetapi dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua lebih singkat dari yang pertama.
- Ruku? kembali atau ruku? kedua yang panjangnya lebih pendek dari ruku? sebelumnya.
- Kemudian bangkit dari ruku? atau I?tidal
- Lalu sujud yang panjangnya sebagaimana ruku? lalu duduk diantara dua sujud dan diteruskan sujud kembali.
- Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka?at kedua seperti raka?at pertama hanya saja bacaan dan gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
- Kemudian Tasyahud dan dilanjutkan salam.
- Sholat Gerhana selesai, dan Imam menyampaikan khutbah kepada para jama?ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo?a, beristghfar, sedekah dan membebaskan budak. (Lihat Zaadul Ma?ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1: 438)
Semoga tata cara sholat gerhana ini dapat bermanfaat bagi Anda dan selamat menjalankan sholat gerhana matahari esok pagi.
.jpg)