JAKARTA, HarianBernas.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghimbau Ketua BPK Harry Azhar Azis, segera melaporkan harta kekayaannya. Himbauan tersebut dilakukan, karena sejak 2 tahun menjabat sebagai Ketua BPK, Harry belum pernah melaporkan LHKPN.
“KPK akan menghimbau (Ketua BPK laporkan LHKPN), karena berdasarkan Pasal 5 UU NO.28, itu (LHKPN) adalah kewajiban yang melekat pada jabatan, sehingga mestinya yang bersangkutan itu harus laporkan kekayaan, paling lambat efektifnya 2 bulan setelah dilantik,” kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, di Jakarta, Rabu (27/4/16).
Nantinya, jika Harry tak mengindahkan, maka menurut Priharsa, pihak atasan BPK harus memberikan sanksi administratif kepada yang bersangkutan. “Kalau di UU kan ada sanksi administratif, yang memberikan sanksi atasannya. Nah kalau BPK saya belum tahu atasanya siapa,” imbuhnya.
Seperti diketahui, nama Harry Azhar Azis, kini menjadi buah bibir masyarakat karena namanya disebut-sebut dalam dokumen “panama papers”, memiliki perusahaan cangkang Sheng Yue International.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHPKN) yang pernah dilaporkan Harry ke KPK, harta kekayaan mantan Dosen Universitas Indonesia tersebut, tercatat naik sekitar 800% sejak dilaporkan pada 29 Desember 2003 hingga 29 Juli 2010.
Pada laporan tahun 2003, harta kekayaan Harry sebesar Rp.1.095.847.238 dan USD 11.344. Jumlah tersebut akumulasi dari total harta benda tak bergerak (tanah dan bangunan) yang tersebar dari di Depok, Jakarta, Bogor, hingga Padang Pariaman senilai total Rp.1.024.897.000.
Benda bergerak sebesar Rp. 221.300.000, harta bergerak seperti logam mulia senilai Rp.12 .000.000, surat berharga senilai Rp.110.024.084 dan USD 5.691, serta dikurangi hutang sebesar Rp.522.500.000.
Sementara pada laporan LHKPN yang dilaporkannya pada Tahun 2010, harta bendanya sebesar Rp.9.930.243.544 dan USD 680. Jumlah kekayaan tersebut total dari beberapa harta benda Harry yang naik nilainya, serta ada penambahan harta benda, baik benda bergerak maupun tak bergerak.
Adapun contoh harta benda tak bergerak yang naik ialah, pembelian tanah di Batam, Kepulauan Riau, seluas 159,78 m2 dan 54 m2 dengan nilai Rp.115.902.000, serta 4 buah mobil baru untuk penambahan harta bergerak.
Kendati harta kekayaannya naik sekitar 800%, politikus Partai berlambang pohon beringin tersebut tidak pernah mencantumkan nama PT. Sheng Yue International yang tercantum dalam daftar “Panama Papers” di LHKPN nya.
Suami Amanah Abdulkadir tersebut juga belum melaporkan kembali LHKPN nya semenjak menjabat Ketua BPK. Padahal sudah hampir 2 tahun di menjabat sebagai orang nomor satu di lembaga auditor negara tersebut.
