HarianBernas.com — Komunitas Sinau Bareng (KSB) baru seumur jagung. Benihnya baru saja ditanam, tunasnya sedang mengintip ke permukaan.
Jika lahir di era analog, komunitas ini masih butuh proses panjang untuk bisa bertumbuh dan berbuah. KSB lahir di era digital. Laksana petir yang meningkahi musim penghujan, kilatannya langsung menyambar-nyambar: cepat dan mengagetkan. Bisa pula laksana lebah yang terusik dadi sarang “zona nyaman”-nya: langsung menghambur dan menyengat!
Tak cukup berkomunikasi di awang-awang lewat grup WhatsApp dan Facebook, komunitas yang dimotori Digital Marketing Coach Christ Widya ini memutuskan melantai bersama. Bahasa kekiniannya kopdar (kopi darat).
Berisi anggota yang sebagian besar mengibarkan harapan membesarkan bisnis, atau berminat belajar bisnis, kopdar komunitas ini tak sekadar jadi ajang salaman, temu muka, dan foto bareng. Mesti ada sesuatu yang lebih yang dibungkus pulang.
Jadilah Sabtu, 2 April 2016, kopdar KSB digelar di Gedung Telkom Semarang, dan dihadiri 150 anggota yang merangsek dari berbagai kota. Sedari pagi hingga malam, mereka berhimpun dalam workshop “Mind Your Business” bersama pelatih bisnis Harry Xiao dari Great Life Resources.
Harry Xiao menyegarkan peserta dengan berbagai materi dan permainan seputar membangun pola pikir (mindset), mengenali passion dan goal bisnis, memenangi negosiasi, hingga memasarkan dan meraup pembeli.
Ada dua permainan seru yang menonjol, yakni “money personality” dan “ratu lebah dan pekerja”. Money personality bergerak ke dalam, yakni mengenali tipe-tipe umum pengusaha: penuh pertimbangan (saver), pembelanja (spender), acuh tak acuh (avoider), dan bijak (monk).
Sedangkan “ratu lebah pekerja” berkisah: ketika ratu lebah menugaskan pekerja untuk mencari pembeli, pekerja harus bergerak sangat cepat ke segala arah, presentasi, dapatkan kartu nama, dan laporkan kesuksesan pelaksanaan tugas kepada pemberi tugas. Permainan ini mengirimkan pesan bahwa pasar sangat luas, peluang begitu banyak asal mau bergerak, perlu strategi untuk bekerja cepat dan efisien, dan antusias dalam apa pun.
Salah satu peserta Wenny SSO berkomentar, “Workshop Pak Harry Xiao dengan bee-nya sangat berkesan. Ngga nyadar ya begitu menjadi lebah pekerja kita semangat bantu mendapatkan keinginan ratu lebah… menggebu-gebu.”
Kepada HarianBernas.com yang menjadi peserta workshop ini sampai selesai, Christ Widya menilai antusiasme anggota menghadiri kopdar pertama ini menjadi tugas “pengurus” (karena memang belum ada kepengurusan) untuk merancang model-model pelatihan serupa mengisi kopdar-kopdar berikutnya. Sembari itu, aspirasi anggota dijaring lewat grup WhatsApp dan Facebook “Sinau Bareng”.
Secara khusus, HarianBernas.com juga menyediakan panggung luas bagi anggota KSB untuk berbagi gagasan dan pengalaman dengan menulis di portal inspirasi bisnis ini. Cukup klik HarianBernas.com/registrasi dan jadi bagian dari pebisnis yang menulis.
