MALUKU,HarianBernas.com – Senin (6/4/16) Presiden Joko Widodo meresmikan jembatan Merah Putih di Ambon. Selama kunjungan tiga hari di Indonesia timur, Presiden Joko Widodo akan meresmikan beberapa proyek infrastruktur.
Senin kemarin, Presiden Joko Widodo meresmikan jembatan Merah Putih. Jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Indonesia Timur, yaitu sepanjang 1.140 meter. Melalui jembatan ini diharapkan akan mempercepat waktu tempuh dari dan ke Bandara Pattimura, Kabupaten Maluku Tengah
Presiden Joko Widodo berharap jembatan Merah Putih ini ikon baru pariwisata di Ambon.
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa untuk memenangkan kompetisi, selain deregulasi, percepatan pembangunan infrastruktur yang bersifat Indonesia sentris merupakan keharusan. Infrastruktur tidak memadai, tidak memiliki daya tarik buat investor.
?Fokus pada prioritas infrastruktur adalah wajib.Tidak bisa ditawar lagi.Baik yang namanya pelabuhan, tol, jembatan merupakan syarat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,? ucap Presdien Joko Widodo Senin (4/4/16) kemarin.
Presiden Joko Widodo juga mengingatkan bahwa masih ada 3000 peraturan daerah yang bermasalah. Presiden Joko Widodo meminta agar pimpinan beserta anggota DPRD membuat regulasi yang dapat mendorong masyarakat dapat bergerak cepat, bukan justru menjerat.
Presiden Joko Widodo juga akan meresmikan enam pelabuhan, yaitu di (1) Pelabuhan Tobelo, (2) Pelabuhan Galela, (3) Pelabuhan Tutu Kembong, (4) Pelabuhan Wonreli, (5) Pelabuhan Laut Wasior, dan (6) Pelabuhan Pulau Teor.
Peresmian keenam pelabuhan di Indonesia Timur ini menunjukkan tekad Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan program tol lautnya.
Tol Laut adalah langkah pemerintah untuk menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa maritim sehingga dengan pembangun transportasi laut, sistem logistik antarpulau dan di dalam kepulauan dapat terhubungkan. Selain itu, bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Indonesia sehingga terciptanya kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok.
