BANJARMASIN, HarianBernas.com – Dikabarkan PT Patria Maritime Lines, operator kapal Brahma 12 dan Anand 12 telah menyiapkan uang tebusan untuk membebaskan para pekerjanya. Keterangan ini diperoleh dari M. Ridwansyah, sepupu Sa?diah. Sa'diah adalah istri salah satu awak kapal Brahma 12 bernama Suriansyah.
?Perusahaan sebenarnya siap-siap saja menebus, tapi masih dikoordinasi dengan pemerintah bagaimana baiknya. Perusahaan tidak keberatan asalkan bisa menyelamatkan korban,? terang Ridwansyah (4/4/16).
Keluarga masih terus berusaha mendapatkan informasi terbaru dari pihak perusahaan. Meski kabar baik yang diterima, ia masih khawatir karena suaminya dan para sandera sampai kini belum dibebaskan.
Pembajakan dilakukan ketika kapal Brahma 12 dan Anand 12 melakukan perjalanan dari Sungai Puting, menuju Batangas, Filipina Selatan. Hingga saat ini, baru kapal Brahma 12 sudah yang dilepaskan Abu Sayyaf, sedangkan kapal Anand 12 masih disandera bersama awak kapalnya.
Namun, akhir bulan Maret kemarin Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan bahwa permintaan tebusan dari kelompok Abu Sayyaf merupakan tanggung jawab perusahaan. Menurut Badrodin, Polri tidak menangani soal tebusan.
“Kami tidak bisa. Saya kira kami tidak masuk dari situ. Itu (urusan uang tebusan) serahkan saja kepada pihak perusahaan,” kata Badrodin di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 30 Maret 2016. Menurut Kepala Polri ini, tanggung jawab Kepolisian adalah soal menyelamatkan sandera.
Sampai saat ini kini, menurut Badrodin, pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak keamanan Filipina tentang diijinkannya aparat Indonesia masuk ke wilayah Filipina untuk membebaskan sandera.
“Itu kan wilayah orang, kami tidak punya kewenangan apa-apa di negara lain. Jadi perlu koordinasi,” ujarnya.
Badrodin mengatakan Polri juga sudah koordinasi dengan TNI untuk menyiapkan pasukan seandainya diizinkan masuk ke wilayah itu untuk membebaskan sandera.
