JAKARTA, HarianBernas.com – Video yang diduga dari salah satu akun Facebook anggota Abu Sayyaf beredar luas. Dari rekaman video itu, kelompok Abu Sayyaf akan menghabisi seluruh sandera bila tebusan tidak diterima. Abu Sayyaf meminta tebusan 50 juta Peso atau sekitar 14,3 milyar Rupiah.
Tuntutan ini disampaikan kepada perusahaan agar membayar tebusan itu. Di sisi lain, Kemenlu RI dalam tiga hari terakhir ini terus melakukan koordinasi dan komunikasi yang serius dengan Kemenlu Filipina.
“Informasi mengenai pergerakan, posisi, dan kondisi para sandera dari waktu ke waktu telah kami peroleh,” terang Retno saat konferensi pers di Gedung Kemenlu, Jakarta, Kamis pagi (31/3/16).
Dalam konferensi pers itu, Retno juga menuturkan bahwa Pemerintah akan terus memikirkan opsi terbaik untuk keselamatan para sandera. “Sebagaimana yang saya sampaikan pada Selasa (29/3/16) lalu, keselamatan ABK menjadi acuan utama kami,” kata Retno.
Jenderal Gatot Nurmantyo juga terus membuka komunikasi dengan militer Filipina jika dibutuhkan bantuan untuk menyelamatkan WNI yang disandera Abu Sayyaf. “Setiap waktu saya koordinasi dengan panglima militer Filipina, Hernando Iriberri. Saya juga menyampaikan, apa pun yang dibutuhkan pemerintah Filipina, kami siap. Siapnya bagaimana? Itu urusan saya,? katanya dengan yakin.
