JAKARTA, HarianBernas.com- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla secara tegas menyangkal adanya salah seorang menteri atau pihak lain yang menyatakan bahwa Presiden Jokowi mendukung pencalonan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar, Jakarta, Selasa (10/5).
Berdasarkan keterangan Wapres Kalla, Presiden Joko Widodo marah karena namanya disebut mendukung salah satu calon ketua umum Partai Golongan Karya.
Baca juga: Begini 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Wapres menambahkan Jokowi tak mungkin mendukung seseorang yang dulu pernah mencatut nama presiden dan wakil presiden untuk sebuah kepentingan. Selain itu, Presiden Jokowi tidak berasal dan bukan anggota Partai Golkar apalagi sekarang menjabat sebagai orang nomor 1 di Indonesia.
Sebelumnya, Setya Novanto ketika duduk sebagai Ketua DPR, pernah mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden soal permintaan saham PT Freeport Indonesia.
“Oleh sebab itu, Presiden sangat marah dan beliau minta agar hal ini disiarkan. Presiden tidak berpihak kepada siapa pun. Pemerintah bersikap netral,” tegas Kalla.
“Kemarin (Senin,9/5), saya bertemu beliau, hanya berdua. Beliau sangat marah karena hal itu sama sekali tidak benar,” terangnya setelah memberikan kuliah umum dalam peringatan Hari Ulang Tahun Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik.
Wapres Kalla tak melarang anggota kabinetnya secara pribadi untuk mendukung salah seorang bakal ketua umum Partai Golkar dalam musyawarah nasional di Bali, mulai tanggal 15 Mei 2016.
“Siapa pun berhak untuk mendukung seseorang asal tak membawa-bawa nama presiden,” tegas Kalla yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
