KLATEN, HarianBernas.com – Menyusuri lintasan timur laut Kabupaten Sleman sampai ke perbatasan ke Jawa Tengah akan menemui situs-situs sejarah peninggalan kebudayaan Hindu dan Buddha yang megah. Selain Candi Prambanan, di sebelah timur akan dijumpai situs budaya dan sejarah Candi Plaosan.
Candi Plaosan terletak di Dukuh Plaosan, Bugisan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Candi ini tampak seperti kembar yang berada di tengah hamparan ladang jagung yang begitu hijau. Pemandangan itu jika ditengok dari sisi timur candi saat masa panen jagung tiba.
Menuju Candi Plaosan bisa ditempuh dari arah Yogyakarta ke timur sampai dengan pertigaan lampu merah sesudah Candi Prambanan masih ke timur sedikit. Setelah sampai pertigaan ambil kiri kemudian sejauh 500 m akan masuk di komplek candi peninggalan kebudayaan Buddha tersebut. Jika mengendarai sepeda motor untuk mencapai candi Plaosan bisa ditempuh sekitar 2 km atau 10 menit dari Candi Prambanan.
Candi Plaosan merupakan situs cagar budaya peninggalan kebudayaan Buddha. Tampak pada puncak candi yang berbentuk menyerupai stupa. Candi Plaosan dibangun pada abad ke 9 pada masa Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahulunan pada Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini terdiri dari Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Masing-masing di dalam candi induknya terdapat 6 arca Dhyani Boddhisatwa.
Secara visual Candi Plaosan bercorak arsitektur terlihat perpaduan antara kebudayaan Hindu dan Buddha. Konon dalam sejarah yang diceritakan Candi Plaosan dahulu berfungsi sebagai tempat penyimpanan naskah kanonik milik para pendeta Buddha.
Sisi utara disebut candi induk utara dengan berbagai relief yang menggambarkan tokoh wanita. Sedangkan sisi selatan disebut candi induk selatan yag terdapat relief cerita tokoh laki-laki. Selain itu, sisi utara juga terdapat arca Buddhis. Candi yang dikelilingi oleh 116 stupa perwara itu juga dikelilingi oleh 50 candi perwara.
