HarianBernas.com – Baru-baru ini NASA mengumumkan bahwa wahana antariksa Curiosity berhasil melakukan pengeboran di salah satu permukaan planet Mars. Wahana robotik berukuran sebesar mobil ini menemukan sesuatu yang tidak diduga sebelumnya di lapisan permukaan Mars, yakni mineral bernama tridymite. Sebuah studi dan analisis yang dirilis di Proceedings of the National Academy of Sciences menjelaskan bahwa temuan tersebut akan mengubah persepsi para peneliti terhadap Mars.
Geekcom menjelaskan, tridymite teridiri dari silikon dioksida (silika), yakni mineral yang terbentuk dari proses pengkristalan di tekanan rendah dengan temperatur tinggi hingga mencapai 800 derajat Celcius. Hingga kini, tridymite hanya bisa ditemukan di pegunungan berapi yang memiliki banyak kandungan silika.
Terbentuknya juga melibatkan pergeseran lempengan yang mengakibatkan air di dalam tanah bisa mengalir ke permukaan di Bumi. Padahal, Mars dikenal tidak memiliki gunung berapi ataupun air.
Tridymite ditemukan di kawah Gale saat Curiosity menjalankan misi untuk meneliti lapisan permukaan planet itu. Usai dilakukan penelitian memakai sinar X, NASA berkenyimpulan bahwa permukaan Mars mengandung tridymite.
NASA juga meneliti ketridymitemungkinan lain kenapa tridymite bisa ada di permukaan Mars. Namun hingga kini belum juga ditemukan jawabannya.
Walaupun masih menjadi misteri hingga saat ini, beberapa peneliti menganggap temuan kali ini tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya Mars memang diketahui memiliki kondisi yang sangat berbeda dengan Bumi. Dengan demikian mungkin saja tridymite bisa terbentuk melalui cara alami lain selain melalui gunung berapi.
