HarianBernas.com ? Umumnya, orang mengenal bank sebagai tempat penyimpanan uang. Namun ada berbagai jenis bank lain yang berbasis pada urusan medis, seperti bank darah hingga bank sperma. Namun ada satu lagi bank yang mungkin masih terdengar asing, bank otak.
Bank otak benar-benar ada di Inggris. Letaknya di Imperial College London. Bank otak didirikan oleh sebuah organisasi yang menangani isu penyakit parkinson serta penyakit saraf dan otak di Inggris. Tercatat lebih dari 1.650 organ otak manusia tersimpan di bank ini.
Dailymail.co.uk menjelaskan, setiap orang dapat mendonorkan otaknya ke bank ini untuk keperluan penelitian kapanpun mereka meninggal. Dengan persetujuan keluarga, otak milik pendonor akan diambil dan dikirim ke bank ini dalam waktu kurang dari 48 jam.
Steve Gentleman, seorang profesor neuropatologi dari Imperial College menjelaskan, ia mengelola bank tersebut, dan mengiris-iris organ otak tersebut sebagai pekerjaan sehari-hari.
?Ini keras, seperti buah, ini seperti memotong melon,? ujar Steve menjelaskan apa yang dirasakan saat mengiris otak manusia.
Dia membuat laporan rinci tentang perubahan fisiologis yang tampak pada organ dan meneliti bagaimana ini bisa menyebabkan gejala yang dijelaskan dalam catatan medis pasien.
Pihaknya berusaha mencari orang untuk menandatangani kesediaan berdonasi otak saat mereka masih hidup, agar bisa mendapatkan organ sedini mungkin.
?Otak manusia tidak bisa diteliti lagi sesudah 48 jam. Sesudah itu akan mulai terurai,? ujarnya.
Otak ini diiris menjadi potongan kecil dan difoto sebelum disimpan di freezer besar sampai peneliti membutuhkan otak beku untuk penelitian mereka.
Sebagian lainnya tidak diiris, namun dimasukkan ke dalam bahan kimia yang membuat awet selamanya, sehingga memungkinkan untuk dikirim ke peneliti yang membutuhkan jaringan otak segar.
