LHOKSEUMAWE, HarianBernas.com ? Kawanan gajah liar mulai meresahkan petani di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara karena mengganggu lahan pertanian setempat.
Kepala Desa Lubok Pusaka, Jaharuddin menyatakan kawanan gajah liar jumlahnya belasan ekor tersebut kerap mengganggu tanaman di kebun seperti pinang, kelapa sawit, pisang dan tanaman lainnya beberapa waktu belakangan.
“Mendekati hari meugang atau jelang Ramadhan kemarin itu, sejumlah gajah liar memasuki Dusun Sarah Raja dan Dusun Bina Baru. Akibatnya sekitar delapan hektare lahan pinang warga rusak,” kata Jaharudin, Senin (27/6/16).
Kawanan gajah itu mengganggu di kawasan Dusun Sarah Raja dan Bina Baru. Mereka memasuki lahan petani dan mengobrak-abrik tanaman di kebun petani. Selain itu, merusak tanaman pinang yang diperkirakan luasnya mencapai delapan hektare.
Ia menjelaskan sejumlah petani sedang berupaya mengatasi gangguan gajah liar dengan cara tradisional, yakni menyalakan obor di malam hari dan menggunakan meriam bambu. Namun, gangguan gajah liar hanya berhenti sejenak. Belakangan, gajah-gajah liar kembali memasuki pemukiman warga.
Kawanan gajah liar itu, kata Jaharuddin, singgah sebentar di pemukiman warga kemudian pergi ke hutan lagi. Hingga saat ini tidak ada korban hanya saja meresahkan warga dan petani. Pihaknya terus berupaya menangani gangguan gajah dan berharap pada pemerintah untuk maksimal dalam penanganan terhadap hewan yang dilindungi itu.
