HarianBernas.com – Melihat peluncuran BRIsat beberapa hari yang lalu (19/6/2016) di Perancis menjadi sebuah tonggak penting yang telah menandai transformasi branding ketiga BRI 3.0.
BRI selalu berupaya untuk melakukan terobosan terbarunya untuk semakin mendekatkan masyarakat pedesaan dan yang sulit dijangkau.
Menurut Yuswohady, Pakar Marketing dilansir dari koran-sindo. Sebutan BRI 3.0 merupakan sebutan yang ia pakai untuk mengarahkan kepada transformasi ke tiga dari BRI. Transformasi pertama atau BRI 1.0 dikenal dengan keberhasilan BRI dalam melayani masyarakat pedesaan lewat produk-produk legendarisnya yakni Simpedes dan Kupedes.
Baca juga: Inilah 7 Daftar Aplikasi Investasi Resmi Versi OJK
Transformasi BRI 1.0 merupakan kesuksesan bank dalam membangun jaringan layanan yang menyebar luas sampai pelosok desa diantaranya melalui BRI Unit. Melalui perjuangan puluhan tahun BRI akhirnya mampu mengukuhkan diri sebagai ”the biggest micro banking in the world ” atau Bank Mikro Terbesar di Dunia. Keberhasilan inilah, BRI kemudian disebut ”bank ndeso ” atau ”bank rakyat”.
Transformasi branding kedua (BRI 2.0) dimulai sejak awal tahun 2000-an ketika BRI banyak melakukan investasi di bidang teknologi informasi (TI). Pada waktu itu BRI mulai untuk memberikan implementasi aplikasi BRINETS yang ternyata sukses menjadi batu loncatan untuk memasuki era ”tech banking ”.
Alhasil, sejak akhir tahun 2000-an, BRI sangat agresif meluncurkan produk-produk baru berbasis TI diantaranya: Tabungan BRItama, layanan ATM, kartu kredit atau debit, internet banking , mobile banking, sampai private banking. Istilah yang populer pada waktu itu ialah: ”BRI masuk kota”.
BRI 3..0 Menjadi Branding yang Ber-Value
Sedangkan transformasi branding ketiga (BRI 3.0) ditandai dengan adanya peluncuran satelit BRIsat yang menjadi penanda sebuah era baru dalam perbankan satelit. Jika BRI 1.0 berwajah ”ndeso ”, BRI 2.0 berwajah ”kota”, maka BRI 3.0 mempunyai nuansa wajah ”global” serta ”techy”.
Disebut global karena capaian BRI adalah capaian yang telah memiliki kelas yang mendunia, Sedangkan ”techy ” karena satelit memang identik dengan teknologi canggih.
Tentu saja jalan masih sangat panjang untuk bisa mewujudkan BRI 3.0, branding tentang value dan bukan sebatas pencitraan.
Kesuksesan branding sangat ditentukan kemampuan brand dapat memberikan value kepada konsumen. Ketika branding BRI 1.0 mengukuhkan jika posisinya sebagai bank pedesaan, BRI memang telah dapat menciptakan value kepada masyarakat pedesaan lewat solusi micro banking.
Baca Juga: Inilah 24 Sertifikasi di Bidang IT Terbaik di Universitas Mahakarya Asia
Saat ini PR terbesar BRI adalah bagaimana bank ini dapat mengonversi investasi pembelian satelit tersebut menjadi customer value yang dirasakan oleh nasabahnya.
Branding bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan hanya dalam hitungan hari. Dapat bertahun-tahun, bahkan juga puluhan tahun. Sukses transformasi BRI 3.0 sangat ditentukan kemampuan untuk dapat mendiversifikasi produk perbankan yang berkualitas kelas dunia, khususnya dalam produk perbankan digital yang sangat memerlukan teknologi mutakhir secanggih satelit.
Sukses transformasi branding BRI 3.0 ditentukan juga oleh kemampuannya mewujudkan konsep integrated payment system dengan memakai berbagai channel yakni EDC Wifi, POS Wifi, Web BRIlink. Di samping kemampuan melayani nasabah.
Sukses transformasi BRI 3.0 juga ditentukan oleh kemampuan mewujudkan visi menjadi agent of development yang bisa melayani masyarakat pedesaan di seluruh pelosok tanah air yang selama ini memang tidak tersentuh layanan perbankan (unbank). Dengan satelitnya, BRI 3.0 harus dapat menjangkau yang sebenarnya tak terjangkau, dan melayani yang tidak terlayani.
BRIsat Buat BRI Tak Tertandingi di Sektor Mikro
Keberadaan satelit komunikasi BRIsat seharusnya memberikan banyak manfaat bagi BRI dalam meningkatkan kualitas layanan. Ditunjang teknologi yang berbasis digital, BRI semakin kuat di sektor mikro.
Ekonom senior Kenta Institute. Eric Sugandi menyebutkan, peluncuran BRIsat akan memiliki dampak besar dalam efisiensi bisnis perseroan. Posisi Bank BRI sebagai penguasa segmen mikro akan sangat sulit digantikan oleh bank lain.
Menurut Eric, Bank BRI sangat kompetitif dalam menghadapi persaingan industri perbankan.
”Dampak satelit BRIsat ke industri perbankan dapat meningkatkan daya saing BRI terhadap bank yang lain, meski BRI sebenarnya tidak terkejar di segmen mikro,” tutur Eric.
Direktur Consumer Bank BRI Sis Apik Wijayanto menyebutkan, dukungan BRIsat langkah perseroan akan makin mantap memperkuat dan mengoptimalkan jaringan baik konvensional ataupun jaringan kerja bisnis mikro online.
“Bank BRI janji dengan BRIsat akan melakukan upgrade fisik serta pembukaan unit kerja baru di bidang mikro, seperti penambahan unit kerja Teras BRI, Teras BRI Mobile, Teras Digital, serta Teras BRI Kapal,” ujar Sis.
Sis menyebutkan, dengan langkah ini perseroan akan semakin dimudahkan melayani nasabah mikro yang jadi segmen utama.
Sis menambahkan, pengembangan sektor usaha mikro dilakukan secara menyeluruh. Selain memberikan bantuan permodalan seperti pinjaman dan jasa perbankan lainnya, Bank BRI turut berperan dari pelatihan dan pendampingan usaha hingga penciptaan peluang bisnis.
Direktur Utama BRI, Asmawi Syam menyebutkan, peluncuran BRIsat adalah strategi Bank BRI untuk menjangkau wilayah yang masih belum terjangkau serta melayani masyarakat yang belum juga terlayani. BRIsat sekaligus merupakan bagian dari upaya Bank BRI dalam menyambut era digital.
Karena itulah, BRI akan membangun layanan digital banking, tentu saja tulang punggungnya adalah teknologi informasi. “Kita tak ingin ditinggal teknologi. Dalam perkembangannya kami memerlukan perangkat teknologi serta transmisi berupa satelit,” tutur Asmawi.
Baca juga: Mengenal IHSG, Cara Membaca, Jenis, Manfaat, dan Istilah Terkait
“Kita ingin menjangkau wilayah yang sampai saat ini belum terjangkau, kita melayani yang belum terlayani. Bank BRI nantinyamembangun layanan digital banking dan yang menjadi backbone-nya teknologi informasi,” jelas Asmawi.
Asmawi akui kehadiran BRIsat memberikan banyak kemudahan bagi perbankan dalam memberikan layanan yang maksimal. “Melalui satelit, kami dimudahkan karena jangkauannya luas. Ini tentu memberikan manfaat optimal terwujudnya financial inclusion,” kata Asmawi.
Di sisi yang lain, lanjut Asmawi, keberadaan BRIsat memberikan economic value untuk dapat memenuhi harapan pemegang saham dan juga social value untuk stakeholders lain.
Secara ekonomi Bank BRI memberikan layanan terbaik yang mendukung usaha para nasabah, menciptakan integrated payment system pada retailers, wholesales, asset tracking serta monitoring, dan juga efisiensi transaksi keuangan, yang akhirnya manfaat tersebut dinikmati oleh masyarakat.
BRIsat Perkuat Layanan Laku Pandai BRILink
Peluncuran BRIsat akan membantu BRI dalam mengembangkan layanan Laku Pandai, BRILink. Lewat layanan ini, masyarakat di pelosok serta perbatasan memiliki akses jauh dari bank, tidak perlu repot lagi melakukan transaksi keuangan.
Sis Apik Wijayanto kembali menyebutkan, lewat kehadiran BRIsat, BRI memperkuat para agen Laku Pandai BRILink dengan fitur e-channel yang makin lengkap. Jumlah agen di luar kantor saat ini telah mencapai angka nyaris 63.000 agen.
Pada awal tahun sampai Mei 2016, agen melayani transaksi sebesar Rp39,6 triliun dari 67 juta transaksi. Agen BRILink saat ini hanya bisa melayani transaksi pembayaran, simpanan, dan asuransi mikro.
“Lewat upgrade layanan digital Bank BRI bisa lebih berperan besar untuk memperbesar porsi fee based income,” ujar Sis.
Sebagai pelopor layanan keuangan tanpa kantor di dalam keuangan inklusif Laku Pandai yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank BRI selalu berusaha menjangkau nasabah di berbagai wilayah Indonesia lewat BRILink.
Baca Juga: AI Powered SEO, Strategi Cerdas Optimalkan Bisnis Dibantu Google
“Kami terus fokus untuk menggarap pangsa pasar mikro, khususnya masyarakat yang belum mengenal akses perbankan,” tambah Sis.
Sedangkan layanan laku pandai BRIlink mempunyai banyak keunggulan, yakni lebih aman karena masyarakat tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar ke bank jika ingin dapat menabung.
Selain itu, masyarakat daerah seperti petani, nelayan, pedagang bisa melakukan transaksi keuangan dan tak mengganggu aktivitas mereka sehari-hari ataupun antre di bank. Lalu, masyarakat di daerah yang jauh dari pusat kota bisa menghemat biaya transportasi untuk pergi ke bank BRI.
“Sebab itu, lewat BRIsat, Bank BRI secara konsisten terus memperkuat pangsa pasar mikro UMKM dan komersial pada umumnya untuk seluruh nasabah serta masyarakat di Indonesia,” tandas Sis.
Pastinya peluncuran Brisat punya makna besar karena telah berhasil mengantarkan BRI pada capaian kelas dunia. Satelit yang bernilai Rp3,375 triliun itu adalah satelit pertama dan hanya satu di dunia yang dipunyai oleh institusi perbankan.
Kemudahan akses seperti ini juga penting dalam dunia pendidikan, terutama bagi mereka yang bercita-cita melanjutkan kuliah untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Raih masa depan dengan mendaftar di UNMAHA. Hubungi langsung melalui WhatsApp di nomor resmi UNMAHA untuk mendapatkan respons cepat serta informasi akurat. Universitas Mahakarya Asia juga telah membuka kesempatan bagi Anda yang ingin mendapat beasiswa berupa gratis pembayaran SPP kuliah.
”Jika satelit Palapa adalah satelit pertama yang dimiliki oleh rakyat Indonesia, maka BRIsat adalah satelit pertama dan satusatunya yang dimiliki dan dioperasikan sendiri oleh bank,” tutur Sekretaris Perusahaan BRI Hari Siaga Amijarso.
Kita patut bangga akan hal ini dan semoga saja dengan adanya BRIsat. Kemajuan Perbankan Indonesia semakin terasa dan menjangkau seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. ***5
