HarianBernas.com ? Kita harus mengakui jika tidak mudah untuk bisa mendapatkan ponsel pintar dengan harga murah di dunia ini. Namun, belum lama ini di India sudah ada ponsel dengan harga lebih murah daripada setengah kilogram daging.
Freedom 251 merupakan ponsel yang menggunakan sistem Android yang telah dipasarkan oleh perusahaan India bernama Ringing Bells dengan harga 251 rupee atau sekitar 50.000 rupiah.
Ketika Anda genggam ponsel ini bentukannya mirip seperti Apple iPhone 5.
Walaupun harganya murah meriah, spesifikasinya ternyata cukup mengesankan:
- Kamera depan dan belakang
- Lebar 10.2cm
- 1GB RAM
- 8GB penyimpanan internal, dapat dikembangkan hingga 32GB
- Prosesor quad-core yang mempunyai kemampuan lebih untuk bisa memproses ketika dibutuhkan tetapi akan menghabiskan banyak baterai.
- Warna model yang disediakan adalah hitam dan putih.
Ketika perangkatnya digunakan oleh pemiliknya, ponsel ini akan bekerja seperti ponsel pintar lainnya. Tetapi sulit untuk benar-benar menguji kemampuan yang dimilikinya, karena hanya mempunyai sedikit aplikasi, meliputi beberapa tugas dasar sebagai ponsel yaitu:
- kalkulator
- pemutar musik
- browser web
- surel
Model akhir yang telah siap diluncurkan akan tersedia dan nantinya akan diuji setelah 30 Juni mendatang. Namun akhirnya kemudian ditunda sampai 7 Juli.
Beberapa orang tentu menjadi kuatir. Banyak orang yang mempertanyakan apakah perusahaan tersebut bisa memproduksi jutaan perangkat yang telah dijanjikan.
Seorang anggota parlemen India, Kirit Somaiya, bahkan curiga jika telah terjadi 'penipuan besar-besaran,' kepada masyarakat.
Hal yang sama juga diamini oleh kepala Asosiasi Seluler India yang menyebutkan penjualan tersebut seperti sebuah 'lelucon atau penipuan' belaka.
Mohit Goel yang merupakan pendiri sekaligus pimpinan Ringing Bells, telah menyangkal tuduhan penipuan tersebut. Keluarganya yang bergerak di usaha buah-buahan kering selama beberapa dekade belakangan ini, sempat berkata jika keinginannya untuk menjadi bagian mimpi digital India yang sudah mendorongnya untuk dapat menciptakan perangkat ponsel murah.
Memang permintaan untuk produk murah seperti itu besar sekali. India merupakan pasar ponsel terbesar kedua di dunia, dengan jumlah pelanggannya berkisar satu milyar pelanggan.
Tentu dengan adanya ponsel pintar murah meriah ini maka akan semakin banyak yang ikut berlangganan karena adanya ponsel murah ini. Namun apakah benar dapat semurah ini?
Dahulu pernah lebih dari 70 juta orang mendaftar lewat daring, serta situs perusahaan pun sempat tidak dapat diakses. Tetapi perangkat yang diberikan pada para jurnalis dalam peluncuran merupakan ponsel buatan Tiongkok.
Merek tersebut adalah Adcom, ponsel ini telah ditutup dengan cat putih dan di bagian belakangnya ditutupi dengan stiker. Anehnya lagi ikon-ikon aplikasi ponsel tersebut sangat mirip dengan iPhone, walau perangkat tersebut berbasis Android.
Inilah yang menyebabkan orang-orang marah kemudian protes, banyak pula pertanyaan yang diajukan oleh kepolisian, otoritas pajak serta penegak hukum lain. Ringing Bells lalu mengembalikan deposit yang telah diberikan oleh lebih dari 30.000 orang lewat internet.
Namun kali ini, perangkat baru ini telah dipastikan model yang berbeda. Perubahan paling kentara terlihat dengan perangkat ini memiliki tiga tombol dibawah layar, sebelumnya hanya terdapat satu tombol.
Sebenarnya masih ada keanehan lainnya, sampai saat ini Ringing Bells belum mempunyai perusahaan lalu di manakah Ringing Bells memproduksi ponsel-ponsel ini?
Mohit Goel mengatakan jika perusahaannya mengimpor suku cadang ?knocked-down? dari Taiwan dan merangkainya di Haridwar yang berada di utara India. Tetapi begitu penjualannya menghasilkan uang yang cukup, Mohit menambahkan, perusahaannya akan segera memproduksi semua onderdilnya di India.
Sebenarnya biaya pembuatan ponsel ini adalah sebesar 1.180 rupee atau sekitar 230.000 rupiah, dan Ringing Bells mengklaim jika telah mensubsidi biaya tersebut dengan cara membundelnya dengan beberapa aplikasi yang sudah terpasang.
Mohit Goel juga berkata jika perusahaannya akan merugi sekitar 150 rupee atau sekitar 30.000 rupiah untuk setiap ponsel yang dibuat. Ia sangat berharap pemerintah akan dapat membantunya dengan memberikan subsidi.
Saat ini telah ada sekitar 200.000 perangkat siap untuk dikirim kepada pembeli.
Nantinya Ringing Bells juga berencana untuk menjual perangkat lain yang lebih mahal yakni berkisar US$100 dollar atau sekitar Rp1,3 juta. Namun sampai satu minggu sebelum peluncuran Freedom 251, para kritikus masih tetap saja belum teryakinkan.
“Saya sulit percaya jika ada ponsel yang dapat diproduksi dengan hanya Rp50.000, sehingga sulit untuk melihat model bisnis apa yang mereka miliki,” tutur Pranav Dixit, seorang pakar teknologi yang berasal situs berita Factor Daily.
“Lebih penting lagi, para pendirinya juga tidak memiliki latar belakang teknologi,” tutup Dixit.
Sekarang kita saksikan review dari Freedom 251 dari Ringing Bells melalui video yang satu ini:
