HarianBernas.com – Hai saya Ruby Herman, saya ingin berbagi bagian kedua tentang bagaimana bangkit dari keterpurukan, yaitu cari teman yang positif dan mendukung Anda. Sebutkan lima nama teman dekat Anda, maka bisa teranalisa seperti apa Anda akan jadi dalam lima tahun kedepan.
Saat Anda mau bangkit dan bersinar, Anda butuh sekali orang-orang yang berpikiran positif dan optimis, orang-orang yang juga bisa melihat potensi Anda yang luar biasa. Dengan siapa Anda berteman akan mempengaruhi kehidupan Anda kedepannya.
Ketika Anda berteman dengan orang-orang optimis, secara tidak langsung Anda akan banyak belajar langkah-langkah mereka mencapai sukses, perilaku mereka saat menghadapi masalah dan cara mereka memilih keputusan.
Saya selalu berusaha memilih dengan siapa yang belajar untuk meraih sukses, karena saya bisa belajar hal hal baru yang luar biasa lewat orang orang tersebut.
Saya bersyukur punya teman-teman sebagai sebuah tim, saya selalu belajar untuk memahami cara-cara berkomunikasi yang baik. Tidak hanya memberi arahan, namun mendengarkan masukan-masukan yang berharga dari tim saya, yang merupakan bagian dari komunikasi yang baik.
Banyak orang yang belum sukses atau yang tadinya sukses, sangat kaku dalam memimpin tim kerjanya. Mereka tetap bertahan dengan cara-cara lama, berkomunikasi dengan kaku yaitu hanya komunikasi satu arah dan tidak mendengarkan masukan-masukan dari tim kerjanya, dan selalu berpikir bahwa tim kerjanya tidak tahu apa-apa.
Dengan menolak untuk menerima sesuatu yang positif dan perubahan yang terjadi, maka bisnisnya tidak tumbuh dan cenderung mengalami penurunan. Orang sukses juga selalu mencari orang-orang yang memiliki pengalaman yang berbeda dan melihat dari sudut pandang yang berbeda atau baru untuk lebih memperkaya pengetahuannya dan atau untuk menguatkan sudut pandangnya.
Orang yang memiliki pertemanan yang luas memiliki nilai lebih, banyak peluang yang bisa menghampiri kepadanya dan menjadi lebih sukses daripada orang yang memiliki pertemanan yang sempit atau yang malas membangun pertemanan karena sudah merasa di zona nyaman.
Saya teringat beberapa tahun yang lalu ketika saya mengalami momen keterpurukan karena saya salah mengambil keputusan, sehingga saya mengalami hal-hal yang seharusnya tidak terjadi, tapi bersyukurnya saya memiliki teman-teman yang mendukung dan memberikan peluang bisnis dan pekerjaan, sehingga saya kembali bangkit.
Apa jadinya jika dari dahulu saya tidak membangun pertemanan, mungkin saya tidak bisa bangkit dari lubang keterpurukan. Jadi yang sekarang saya lakukan adalah membangun pertemanan terus dengan semua kalangan dan bergabung di beberapa komunitas, salah satunya komunitas Billionaire Mindset, CEO Indonesia, Jakarta Property Network.
Pertemanan juga membuat saya ketika berada diluar kota selalu di ajak ke tempat tempat yang sangat indah dan juga tahu kuliner enak di daerah tersebut. So lets build network for friendship. More Network, More Networth.
Ruby Herman
Pakar Network Marketing
