HarianBernas.com — Pare adalah sayuran buah yang cukup terkenal karena rasanya yang pahit. Tanaman dengan nama latin Momordica Charantia ini mempunyai bentuk bulat lonjong, warna hijau, kuning sampai jingga, dengan permukaan kulit yang tidak rata. Pare mempunyai biji keras dan berwarna cokelat kekuningan. Di berbagai daerah, tanaman ini mempunyai nama lokal yang berbeda-beda, seperti paria (Sunda dan Bugis), pepareh (Madura), kambeh (Minangkabau), dan paya (Nusa Tenggara).
Meski dapat dijumpai di berbagai penjuru nusantara, masih banyak yang belum mengetahui bahwa pare bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan beberapa penyakit ataupun meningkatkan kesehatan manusia.
Penangkal Sel Kanker
Salah satu manfaat buah pare bagi kesehatan adalah sebagai penangkal sel kanker. Hal ini karena pare mengandung zat lesichin yang dapat meningkatkan kekebalan untuk menangkal perkembangan sel kanker. Buah pare juga memiliki kandungan beberapa zat yang bisa mencegah sel kanker. Seseorang yang bukan penderita kanker dapat mengonsumsi buah ini untuk mencegah serangan kanker.
Buah pare mengandung kalsium yang cukup tinggi sehingga mampu menaikkan produksi sel-sel beta dalam pankreas untuk menghasilkan insulin. Jika insulin dalam tubuh mencukupi, kadar glukosa yang membanjir akan bisa dicegah, sehingga kadar glukosa dalam darah akan menjadi terkontrol.
Pare juga memiliki senyawa fitokimia lutein dan likopen yang berkhasiat sebagai anti kanker, antibiotika, antivirus, perangsang produksi insulin, penyeimbang tekanan darah dan kadar gula darah, perangsang nafsu makan, serta pembasmi cacing usus.
Anti HIV-AIDS
Tanaman pahit ini juga mengandung senyawa anti HIV-AIDS yakni alpha-momorchorin, beta-momorchorin dan MAP 30 (momordica antiviral protein 30). Ini banyak terdapat pada biji pare yang tua. Buah pare juga kaya serat, vitamin C, karoten, dan kalium. Seratnya baik untuk menjaga kesehatan pencernaan. Seperti wortel, pare juga mengandung karoten yang dapat meningkatkan aktivitas dan kesehatan mata.
Cara Memasak Pare
Daging buah pare adalah bagian yang biasa dikonsumsi, dengan cara ditumis, atau direbus untuk dihidangkan dengan siomay. Namun ternyata biji pare juga bisa dikonsumsi menjadi sayur atau diolah menjadi obat. Bagi yang tidak suka pahit, dapat memasak pare dengan merendamnya terlebih dahulu selama 15 menit dengan garam atau gula.
Pare dapat pula direbus dengan daun jambu biji untuk menghilangkan pahitnya. Memasak pare di atas api sebaiknya jangan terlalu lama. Bila itu dilakukan, zat-zat berkhasiat yang telah dipaparkan di atas bisa rusak dan hilang.
