HarianBernas.com – Sekelompok peneliti kimia dan fisika dari lembaga penelitian Riken, Jepang baru-baru ini menemukan unsur kimia terbaru yang bernama Nihonium. Penemuan unsur kimia dengan nomor atom 113 tersebut dipimpin oleh Morita Kosuke, profesor dari Universitas Kyusu.
?Di antara unsur-unsur kimia, untuk pertama kalinya hak penamaan diberikan kepada Jepang oleh organisasi internasional yang terkait dengan kimia, International Union of Pure and Applied Chemistry,? kata Morita kepada pers, seperti ditulis Ahashi Shimbun.
Menteri Pendidikan Jepang, Hirose Hase sudah mengucapkan selamat atas penemuan unsur kimia baru ini. Mulai kini semua orang akan melihat Nihonium di tabel periodik kimia. Setiap orang di Jepang juga akan menggunakannya untuk mempelajari kimia.
?Kami sangat senang sekali bisa menciptakan ini akhirnya diakui internasional. Kami sangat menghormati semua pihak yang akhirnya bisa mengakui nama Nihonium tersebut,? imbuh Morita.
?Selalu dari sensei Morita mengatakan ayo semangat sehingga kita tetap semangat bekerja untuk menemukan unsur baru dan akhirnya berhasil,? kata Shun Mitsuoka, salah satu anggota tim peneliti. Menurutnya, Morita sudah seperti ayahnya sendiri.
Fujita Kunihiro, anggota tim lainnya juga memuji kerja keras Morita. Menurutnya, tim bekerja sampai tengah malam, bahkan sampai pagi secara terus menerus untuk mencoba menemukan unsur baru tersebut. ?Luar biasa memang sensei Morita,? ungkapnya.
Penemuan unsur ini dianggap penting, karena sebelumnya unsur-unsur yang ada di dalam tabel periodik ditemukan di Eropa dan Amerika Serikat. Belum pernah terjadi satupun unsur yang berhasil disintesis di benua lain. Unsur 113 pertama kali ditemukan pada 2004. Angka itu merujuk pada jumlah atomnya, atau jumlah proton yang terdapat dalam pusat inti atom.
Materi itu pada awalnya dipahami tidak ada di alam, hingga harus dibuat di laboratorium. Meski atom itu telah diakui oleh organisasi ilmia untuk Kimia Teori dan Terapan (IUPAC) pada Desember 2015, namun nama itu tidak diumumkan oleh lembaga tersebut hingga Rabu (8/6) lalu. Nama unsur ini akan dianggap permanen pasca menjalani uji publik selama lima bulan.
Bila disetujui, nama itu akan diumumkan sebagai unsur elemen baru. Sebelumnya peneliti menemukan moscovium untuk unsur 116, tennessine untuk elemen 117, dan oganesson untuk elemen 118.
Nihon sendiri berarti Jepang dalam bahasa aslinya. Sesuai tradisi ilmu kimia, akhiran -ium ditambahkan sehingga menjadi Nihonium. Materi tersebut nantinya bukan satu-satunya elemen atom yang ditetapkan dengan nama negara. Karena sebelumnya sudah ada materi yang dinamakan sesuai tempat penemuannya, yaitu polonium (Polandia) dan francium (Prancis).
Sementara itu, Takashi Akatsuki, mahasiswa tingkat pertama di Universitas Kyushu mengaku semakin bersemangat dalam belajar di universitasnya setelah sensei Morita berhasil menemukan satu unsur kimia baru itu. ?Saya mengetahui adanya unsur baru Nihonium itu kemarin dan sangat bahagia sekali menjadi semakin semangat belajar jadinya,? kata Akatsuki.
