HarianBernas.com – Banyak penulis pemula atau calon penulis yang akhirnya mati suri impiannya jadi penulis hanya karena tidak mengetahui cara menyingkirkan hama-hama impian itu.
Padahal manfaat dari menulis sungguh luar biasa, membangun jejaring kesuksesan sangat mudah dilakukan dengan menulis di era internet dan sosial media abad ini.
Menulis bahkan menjadi lebih penting dan lebih powerfull dibandingkan public speaking. Karena public speaking tidak bisa dilakukan setiap saat, sementara menulis bisa dilakukan kapan saja dan dibaca setiap saat di berbagai belahan dunia.
Menulis memberikan kesempatan bagi para penulisnya, untuk menemukan teman baru, calon pembeli, calon partner bisnis, calon investor, coach, distributor, komunitas dan berbagai potensi bisnis lainnya.
Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!
Saya pribadi, Putu Putrayasa, menghasilkan ribuan pembeli, investor, partner bisnis, mentor, coach, buyer dan karyawan dengan menggunakan kekuatan tulisan saya di Sosial Media dan website saya.
Nah, jika begitu besar manfaat menulis bagi seorang yang ingin meraih kesuksesan, mengapa masih banyak yang menundanya?
Inilah 5 Musuh yang patut dicurigai sebagai biang keladinya:
Musuh pertama adalah menganggap remeh hasil dari menulis. Padahal ribuan orang sukses menjadi pebisnis besar, bankir, profesional, coach, mentor, tokoh masyarakat, anggota parlemen direksi BUMN, bahkan menteri, karena mereka berpengaruh dim asyarakat karena tulisan-tulisan mereka di media. Menganggap remeh tulisan, membuat menulis dijadikan kegiatan sampingan di sela-sela kesibukan. Inilah alasan pertama, ide tetaplah ide, tanpa pernah menjadi tulisan. Atau penulis menjadi kurang produktif, karena alasan ini. Kurang menghubungkan antara pencapaian impian dan kesuksesan dengan kebiasaan menulis, menyebabkan menulis tidak dijadikan kebiasaan harian yang produktif. Saran saya, hubungkanlah menulis dengan strategi mencapai impian-impian Anda. Sehingga Anda akan bersemangat menulis setiap hari. Temukanlah, betapa banyak orang sukses karena mereka menulis. Tanpa menulis, mereka tidak akan sesukses sekarang.
Musuh kedua adalah terlalu ingin sempurna. Karena ingin tulisan yang sempurna, maka selalu ragu untuk menulis. Saran salah satu mentor saya adalah tulis saja, berikutnya biarkan editor yang bekerja. Saya melakukannya bahkan lebih ekstrim, tulis saja dulu, simpan di evernote, kapan-kapan ditengok lagi, layak muat atau tidak. Layak muat atau tidak, terkadang indikator saya sederhana sekali, jika istri mengatakan bagus, berarti tulisan saya layak muat, wkwkwkk…
Musuh ketiga adalah menunda-nunda. Menunda adalah salah satu musuh kesuksesan yang utama dalam bidang apapun. Begitu juga di dunia tulis menulis, menunda adalah musuh utama. Saya pun pernah mengalami hal seperti itu. Kadang-kadang alasan sepele, hanya karena saya jauh dari laptop atau karena saya sedang melakukan aktifitas lain yang tidak penting.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
Saran saya untuk kasus ini adalah installah software seperti Evernote, yang bisa menyimpan gagasan-gagasan Anda di Smartphone Anda. Sehingga Anda bisa menulis kapan saja. Sehingga penundaan tidak berhasil menjegal Anda menjadi penulis hebat masa depan.
Musuh ke empat kurang referensi. Kurang referensi, kurang bahan bacaan, kurang diskusi, kurang mengikuti seminar, kurang audio book atau video training yang mendukung konten tulisan Anda, membuat Anda kekurangan ide.
Kekurangan bahan untuk ditulis adalah sesuatu yang bisa Anda atasi dengan manajemen waktu yang baik. Anda perlu mengatur prioritas, menyingkirkan kegiatan-kegiatan tidak penting dari pemangsa waktu Anda adalah salah satu strategi yang perlu dilakukan, agar Anda memiliki waktu yang lebih banyak untuk produktif dengan tulisan-tulisan Anda.
Begitu tulisan Anda ada di internet, itu adalah harta karun yang akan membawakan Anda konsumen, investor, partner bisnis, karyawan dan lainnya. Tulisan adalah investasi termurah dengan ROI terbesar yang bisa Anda lakukan untuk masa depan Anda, itulah alasan mengapa Anda perlu memprioritaskannya.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
Musuh kelima yang menghentikan Anda menulis adalah salah komunitas. Ketika Anda menulis, tentu Anda berharap Anda akan diapresiasi oleh mereka yang membaca tulisan Anda. Jika kenyataan yang Anda temui adalah sebaliknya, maka Anda akan kecewa. Berada dalam komunitas yang acuh tak acuh terhadap hasil karya Anda, bisa menjadi sekelompok predator bagi semangat dan antusiasme Anda dalam menulis. Saran saya, masuklah ke dalam lingkungan yang suka mengapresiasi dan saling memberi dukungan untuk kemajuan orang lain. Sinergi seperti ini, penting sebagai bahan bakar dan amunisi bagi kesuksesan Anda dalam menghasilkan tulisan-tulisan Anda.
Nah, itulah yang selama ini saya temui, sebagai 5 musuh utama dalam menulis. Semoga dengan membaca artikel ini, Anda akan mulai mengenali apa yang menyabotase impian Anda untuk menjadi penulis dan bisa segera menyingkirkannya dalam kehidupan Anda.
Selamat berselancar dengan ide-ide dan tulisan baru Anda dan menjadi Penulis Hebat berikutnya.
Salam Hebat
Putu Putrayasa
CEO Of Hebat Group
Master Practitioner and Trainer of NLP license by co-founder of NLP, Dr. Richard Bandler and Society of NLP, USA
Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya
