HarianBernas.com — Sukses dan bahagia merupakan dua kata yang berbeda, tetapi sama-sama diidam-idamkan oleh setiap orang. Banyak orang sukses tetapi hidupnya tidak bahagia, dan lebih banyak lagi orang yang hidupnya tidak sukses dan juga tidak bahagia. Apakah anda termasuk orang sukses, tetapi tidak bahagia? Atau anda orang tidak sukses dan juga tidak bahagia? Lalu apa rahasianya agar kita bisa menjadi orang sukses sekaligus bahagia?
Ada 3 rahasia kunci yang dapat digunakan menuju hidup sukses-bahagia. Ketiga rahasia kunci tersebut adalah sebagai berikut.
Kunci 1: Doa
Doa, seperti kita ketahui tidak milik salah satu agama, apapun agama anda pastilah tentunya dianjurkan untuk berdoa. Mengapa doa itu penting? Doa sesungguhnya ungkapan perasaan seseorang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Doa, bisa kita maknai sebagai curhat kepada Tuhan. Dengan berdoa, tentu apa perasaan yang ada dalam diri dapat di keluarkan, hal ini secara tidak langsung dapat melegakan emosi dalam diri anda.
Dengan berdoa yang kusuk, dapat memberikan semangat yang baru pada diri seseorang. Berdoa juga dapat kita pahami sebagai penyerahan diri kepada Tuhan. Putrawan (2006) dalam bukunya bukan sorga dan bukan neraka, menyatakan doa sebagai pembebasan mental. Karena dengan berdoa kita telah ?menitipkan? dan mempercayakan keinginan kita kepada Tuhan.
Kunci 2: Berusaha
Ketika kita sudah berdoa, sebagai manusia berkewajiban berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan doa yang berisi permohonan-permohonan yang sudah dititipkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kalau kita yakin dengan hukum karma (hukum sebab akibat), maka tidak ada tindakan (karma) tanpa hasil (phala).
Hukum karma atau hukum sebab akibat sering juga disebut karma phala. Karma artinya tindakan atau perbuatan (sebab) dan phala artinya hasil atau konsekuensi (akibat). Jadi, setiap akibat pasti ada sebab, setiap hasil pasti ada perbuatan (usaha). Persoalnya hanya berkaitan pada waktu saja, kapan waktu yang tepat usaha yang kita lakukan akan membuahkan hasil.
Kunci 3: Pasrah
Setelah berdoa dan berusaha dengan baik, maka pasrahkanlah hasilnya, biarkan Tuhan yang menentukan apa yang terbaik untuk kita. Kewajiban kita adalah berdoa dan berusaha titik. Yakinlah bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk kita, jika memohon dengan tulus (berdoa) dan selalu berbuat baik (berusaha).
Ungkapan berdoa, berusaha, pasrah merupakan serangkaian kata-kata yang mengandung makna bahwa sebelum kita melakukan sesuatu, menganjurkan kepada kita untuk menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa terlebih dahulu dan memohon doa restu, kemudian ditindaklanjuti dengan kerja keras, selanjutnya ikhlaskanlah apapun hasilnya kepada Beliau.
Rangkaian kata tersebut tidak boleh di balik, karena apabila di balik maknanya akan berubah. Misalnya, menjadi ?pasrah, berdoa, berusaha?. Ketika di balik, di mana kita memprioritaskan pasrah dibandingkan doa dan berusaha, biasanya kalau belum berusaha sudah pasrah duluan, menyebabkan semangat akan hilang. Dengan kata lain, semangat kerja sudah hilang sebelum berusaha, selanjutnya bisa ditebak, tidak jadi berusaha-berusaha, karena sudah putus asa duluan, hehehe.
Pentingnya arti sebuah usaha disampaikan oleh Alpha Thomas Edison. Menurut Alpha Thomas Edison: ?Jenius ditentukan oleh satu persen bakat dan sembilan puluh sembilan persen kerja keras (usaha).? Pernyataan Alpha Thomas Edison itu jelas-jelas memberikan pesan kepada kita bahwa usaha keraslah yang menentukan kesuksesan seseorang.
Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun jika hendak sukses tanpa mau berusaha. Keseimbangan usaha dan doa, akan memantapkan kualitas hasil yang dicapai.
Kadang-kadang banyak di antara kita yang sering mengeluh. Misalnya, sebagai mahasiswa: ?kenapa hasil ujiannya jelek?, padahal dirinya sudah berdoa dan belajar dengan rajin dan tekun. Mahasiswa seperti ini sering beranggapan Tuhan ?tidak adil? pada dirinya. Jika anda seorang mahasiswa yang masih seperti ini, berarti anda belum percaya bahwa Tuhan punya sesuatu yang lebih baik untuk diri Anda.
Nilai hanya merupakan salah satu hasil bukti hitam di atas putih. Kehidupan ini ke depannya tentu tidak hanya bergantung pada nilai itu saja, walaupun nilai itu memang penting, tetapi bukan berarti nilai yang diperoleh itu adalah segalanya. Jika anda masih berpikiran sudah belajar toh masih juga mendapatkan nilai kurang bagus, ini akan membuat diri anda putus asa dan motivasi belajar anda akan hilang.
Untuk itu, penting bagi anda untuk berpikir lebih positif dan yakinkan pada diri, tidak ada sesuatu perbuatan tanpa hasil. Terlepas dari apakah perbuatan kita baik atau buruk. Perbuatan baik mendatangkan hasil yang baik dan perbuatan yang buruk mendatangkan hasil yang buruk pula.
Yakinlah dalam diri, jika anda sudah belajar dengan baik, berusaha dengan sungguh-sungguh, pasti mendapat hasil yang baik. Jawaban dari persoalan di atas, terdapat dalam contoh berikut. Ada seorang pelajar, sebut saja namanya Ani. Ani pelajar yang duduk di kelas XII SMA yang sangat rajin belajar, dan teman-temannya mengakui dia orang yang pintar.
Tetapi, ketika mengikuti ujian nasional, dirinya memperoleh nilai yang lebih rendah dibandingkan temannya yang kurang pintar dibandingkan dirinya. Bahkan, temannya tersebut yang menyontek ketika ujian. Tentu Ani menjadi kesal.
Ani menyampaikan keluh kesahnya ini kepada guru pengajarnya, bahwa dirinya merasa tidak terima mendapatkan nilai lebih rendah dibandingkan teman-temannya. Sebagai pendidik, tentu gurunya memberikan saran kepada Ani ?untuk bersabar dan tetaplah berdoa kepada Tuhan, barangkali ini cobaan untuk kamu, dan yakinlah bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik untukmu.? Demikian nasihat guru tersebut, untuk menenangkan hatinya Ani yang kecewa.
Beberapa minggu kemudian, saatnya bagi para siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Seperti biasanya, bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah, salah satunya dapat melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tunggi Negeri (SNMPTN).
Dalam seleksi tersebut, Ani berhasil lulus perguruan tinggi favorit yang didambakannya dan mendapatkan jurusan yang dicita-citakannya. Ani lulus kedokteran disalah satu perguruan tinggi favorit. Akhirnya Ani baru sadar, Tuhan itu Maha Adil dan berterima kasih pada guru yang telah menasihatinya.
Jadi, apapun profesi kita, seperti apapun kondisi kita saat ini, ingatlah 3 rahasia kunci menuju hidup sukses-bahagia, yaitu berdoa, berusaha, dan pasrah. Berdoa, berusaha, dan pasrah benar-benar dari dalam hati nurani tanpa ada keluhan dan paksaan.
Dengan demikian, sukses-bahagia bisa kita raih berkat doa dan kerja keras serta atas restu Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang?.(svaha).
