HarianBernas.com– Terkadang mental block seakan-akan tidak kita sadari dan ada di dalam diri kita. Hal ini tentu akan sangat merugikan karena seharusnya kita bisa cepat berkembang atau menjadi lambat berkembang.
?Coach apa bedanya ya mental block dengan self sabotage seperti yang sering kita dengar??
Self sabotage atau yang sering kita pahami menyabotase diri-sendiri adalah menghambat potensi yang dimiliki dan seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan hal yang lebih baik di bisnis ataupun di kehidupan kita.
Sedangkan, mental block adalah bagian dari self sabotage yang juga memblok mentality atau kondisi yang diragukan oleh orang tersebut untuk melakukan perubahan.
Namun, untuk self sabotage, kita akan bicara lebih banyak lagi tentang hal yang menyebabkannya dan salah satu bagiannya adalah mental block.
?Kalau begitu apa mental block itu??
Mental block adalah program pikiran yang menghambat kita dalam mencapai impian atau tujuan kita. Sebaliknya, program pikiran akan menjadi steping blok dan batu lompatan bila bersifat mendukung kita.
Program pikiran telah terbentuk di diri kita sejak kita berumur 3 bulan dalam kandungan Ibu. Selama kita hidup di dunia ini, program pikiran tersebut tidak bisa kita hindari dan selalu dapat masuk ke pikiran kita tanpa ada batasnya.
Sumbernya bisa berasal dari pengalaman ataupun orang-orang di sekitar kita atau tanpa disadari, orang tersebutlah yang membuat mental block sendiri dari persepsinya sendiri terhadap situasi dan kondisi yang terjadi atau dialami.
?Bagaimana kita mengetahui apakah diri kita memiliki mental block atau tidak??
Untuk mengetahui secara pasti memang tidak mudah karena ada hubungannya, apakah hal tersebut kita sadari sudah menghambat atau kita merasa itu tidak menghambat.
Hal tersebut akan terlihat muncul pada saat kita merasa ada sesuatu atau kondisi yang tidak berubah-ubah menjadi lebih baik, padahal kita menginginkan hal yang lebih baik. Di coaching, seorang coach akan menggali dengan pertanyaan sehingga dapat ditemukan pikiran apa yang memblok atau mensabotasenya berdasarkan jawaban orang tersebut.
Contohnya adalah seorang anak yang berjanji pada dirinya untuk menjaga keluarganya sehingga tanpa sadar dia selalu mengalami kendala pada saat akan melakukan pernikahan karena ada kekhawatiran setelah menikah tidak dapat menjaga keluarganya.
Contoh lainnya, mental block ada juga yang baik, misalnya Anda telah berkeluarga. Ada kesempatan untuk selingkuh, tapi Anda tidak mau. Alasannya bisa macam-macam. Bisa takut dosa, takut masuk neraka, takut malu, takut ketahuan, tidak ingin melukai hati pasangan Anda, setia pada janji pernikahan, atau alasan apapun. Yang pasti, ada satu program pikiran yang menghambat Anda melakukan sesuatu. Mental block ini tentunya perlu dipertahankan.
?Apakah hanya seorang coach yang dapat mencari mental block tersebut??
Pertanyaan menarik, memang dalam hal memahami mental blok yang ada pada seseorang perlu keahlian tersendiri untuk menggali dengan pertanyaan yang secara mendalam dapat menggali orang tersebut. Seorang coach adalah orang yang telah terlatih, peduli, dan netral, serta tidak ada judgment untuk melakukan hal tersebut.
Pada intinya, jika orang tersebut membuka diri dan bersedia untuk menghilangkan mental blok mereka maka akar permasalahan yang menyebabkan mental blok tersebut dapat diketahui dan diperbaiki cara penerapannya.
?Apakah seseorang dengan bantuan coach dapat dengan mudah menghilangkan mental block tersebut??
Tergantung orang yang di-coaching. Seseorang yang terbuka dan periang biasanya lebih mampu mengembangkan dirinya atau menghilangkan mental bloknya. Sedangkan, seseorang yang pendiam, introvert, pendendam, suka menyimpan masalah lama yang sudah lewat, cenderung memiliki mental block yang banyak dan harus satu persatu dibereskan.
Kita memiliki beberapa teknik untuk melakukan hal tersebut.
Mental block harus diperangi dalam diri orang itu sendiri. Artinya, betapa pun Anda dibantu oleh orang lain, tapi bila tidak ada kesadaran dalam diri untuk menghancurkan mental block, rasanya akan percuma.
?Apakah ada trik yang bisa dilakukan untuk lebih mudah menghilangkan mental block tersebut??
Oh, ada beberapa teknik yang memang harus dilakukan untuk lebih mudah dalam menghilangkan mental blok tersebut.
Buatlah diri Anda sendiri lebih terbuka dan berani berkembang dengan beberapa cara:
- Kenalilah diri Anda, Kenalilah diri Anda agar dapat memahami apa yang Anda sukai dan tidak Anda sukai sehingga bisa dipahami pikiran-pikiran mana yang menghambat dan juga menimbulkan perilaku yang mensabotase. Tidak ada orang lain yang dapat mengetahui diri Anda selain diri Anda sendiri.
- Kurangilah beban masa lalu,Fokus perhatian pada apa yang sudah terjadi di masa lalu hanya akan membuat energi terkuras karena seseorang akan cenderung dikuasai rasa khawatir akan pengalaman tak menyenangkan di masa lalu. Ketidakmampuan melepas masa lalu, akan menghambat seseorang untuk membangun dirinya. Akibatnya, seseorang menjadi pendendam dari pengalaman pahit yang pernah dialaminya.
- Penerimaan atas diri dan orang lain, Kemampuan untuk menerima orang lain an membantu seseorang untuk lebih terbuka. Kesulitan komunikasi juga dipengaruhi faktor tersebut. Seseorang akan sulit melatih komunikasi jika tidak terbuka dengan orang lain. Dengan mengakui adanya karakter yang berbeda, seseorang bisa melepaskan mental block dan membangun keberanian untuk menghadapi masalah.
- Jujur dengan siapa pun yang dipercaya, Jika kembali kepada kemampuan komunikasi, kejujuran menjadi faktor penting. Mengakui dengan jujur apa yang tidak disenangi atau apa yang paling diinginkan dalam karir dan kehidupan, bisa membantu mengatasi masalah. Tentu saja, sikap jujur tidak serta-merta diobral kepada siapa saja. Menjadi jujur kepada orang yang dipercaya, mampu membantu seseorang melepas mental block dalam diri.
?Bagaimana mengetahui mental block tersebut telah hilang dalam diri kita??
Kita akan menyadari jika sudah merasakan bahwa pola yang dilakukan dalam konsep berpikir dan berperilaku sudah berbeda sekali dengan sebelumnya dan sudah tidak memiliki lagi pikiran-pikiran ataupun perilaku hasil dari pikiran tersebut yang menghambat pertumbuhan di kehidupan dan bisnis mereka.
Yang perlu dipertahankan adalah bagaimana kondisi tersebut dapat dipertahankan dan konsisten dijalankan agar dapat mencapai tujuan dan tidak mengalami stagnan lagi.
Orang tersebut pun secara sadar telah menyadari adanya pertumbuhan dari kondisi sebelumnya dan sangat bersemangat dengan tanpa hambatan untuk meraih masa depannya.
So, bersikaplah netral. Jadilah orang yang penuh semangat untuk mencapai tujuan. Artinya, Anda tidak neko-neko atau aneh-aneh. Cari mental block sesuai kebutuhan. Mental block tidak perlu dicari-cari jika tidak ada karena akan menghabiskan waktu, energi dan pikiran.
Jika Anda mengalami kondisi stagnan yang sangat lama, di situlah Anda perlu menghilangkan mental block
Great Success untuk Anda?
Jika Anda seorang pebisnis, profesional yang ingin menjadi pebisnis ataupun personal yang ingin menemukan potensi terbaik yang ada dalam diri Anda, silakan hubungi Master Coach Margetty Herwin di margetty@yahoo.com atau di SBCF Office, +6221 7502788, 75816337 untuk mendapatkan sesi Business Diagnosis Gratis dan mendapatkan info mengenai jadwal dan topik seminar kami.
