HarianBernas.com – Seminggu di Singapura, saya hitung-hitung telah menempuh puluhan kilometer berjalan kaki. Berbeda dengan ketika di Indonesia yang cenderung mengandalkan kendaraan, baik dari rumah, kantor, mall, hotel, dan berbagai tempat aktifitas lainnya, di Singapura saya banyak berjalan kaki. Dari Hostel ke stasiun MRT, dari satu objek ke objek lainnya baik tempat rekreasi ataupun ke mall, hampir semuanya dilakukan dengan berjalan kaki.
Tidak heran, saya merasa lebih sehat. Lemak terbakar lebih banyak. Dan udara segar memang sangat melimpah di Singapura. Pohon-pohon rindang ada dimana-mana. Sementara trotoar untuk pejalan kaki disediakan dengan sangat melimpah oleh pemerintah, termasuk zebra cross untuk penyeberangan di setiap perempatan lampu merah.
Lingkungan atau infrastruktur memang mendukung cara kita membangun kebiasaan kita. Di Singapura saya dan keluarga jadi rajin dan suka berjalan kaki, jarak antara hostel dengan Bugis Junction sepanjang 1,5 km, kami lakoni dengan berjalan kaki.
Tentu sangat berbeda dengan di Jogja, jarak Hartono Mall dengan Casagrande, perumahan tempat kami tinggal juga kurang lebih hanya 1,5 km, namun kami selalu ke mall dengan kendaraan. Bahkan jika kami dari rumah hendak berbelanja ke Indomaret yang berjarak hanya beberapa ratus meter selalu menggunakan sepeda motor atau mobil.
Infrastruktur alias lingkungan, menentukan kebiasaan. Jika ingin membiasakan anak-anak kita belajar memasak, maka siapkanlah peralatan yang memadai untuk memasak beserta bahan-bahannya. Dan, jangan lupa, jangan sediakan makanan matang secara periodik, sehingga memasak sendiri adalah pilihan terbaik.
Lingkungan menentukan kebiasaan. Jika di rumah kita, dibangun kebiasaan memasak sendiri, maka kebanyakan anggota keluarga akan bisa memasak sendiri.
Yach…
Bagaimana dengan kebiasaan jujur, disiplin, bertanggung jawab, malu korupsi dan kebiasaan baik lainnya di negeri ini? Kapankah ia akan menjadi panglima dan kebiasaan tangguh untuk memajukan negeri ini?
Mari kita bersama berkontribusi untuk mewujudkannya….
Salam Hebat
Putu Putrayasa
Business Mentor, Coach & CEO
Master Practitioner and Trainer of NLP license by co-founder of NLP, Dr. Richard Bandler and Society of NLP, USA
