JAKARTA HarianBernas.com – Walau tidak lagi bisa memberikan prestasi tenis Indonesia, namun Pengurus Pusat Badan Veteran Tenis Indonesia (PP Baveti) akan fokus memberikan berkontribusi dalam bentuk saran dan sumbangan tenaga.
Langkah ini dilakukan, setelah melihat perkembangan tenis yang tidak lagi didengar gaungnya di masyarakat, apalagi setelah berkurangnya lapangan tenis, khususnya dihilangkanya lapangan tenis di Kompolek Gelora Bung Karno, Senayan.
Menurut Sekum PP Baveti, Johanes Susanto menjelaskan, selayaknya fasilitas tenis menjadi prioritas utama dalam menjalankan pembinaan tenis masa depan, mengingat Indonesia memiliki potensi besar untuk berprestasi di cabang ini.
“Indonesia punya potensi, tinggal bagaimana peran serta pemerintah untuk ikut berkontribusi secara tepat, dan membantu sarana dan prasarana,” papar Johanes di Jakarta, Jumat (19/8/16).
Rencananya PP Baveti sendiri sudah menyiapkan berbagai konsep yang tepat untuk membantu perkembangan tenis Indonesia, selain mempersiapkan program pelatihan bagi pemain muda Indonesia, pembahasan itu sendiri akan dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) pasa 27-28 Agustus di Jakarta.
“Salah satu pembahasan yang akan kita bicarakan dalam Munas adalah mencari langkah-langkah tepat dalam membantu pengembangan bibit tenis muda, walau selama ini kita berkontribusi dalam hal coaching clinic. Selain itu Munas juga akan membahhas arah baru organisasi veteran tenis Indonesia,” tambah Johanes.
