Bantul, HarianBernas.com– Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul, Yogyakarta, tidak akan memaksakan kebijakan “sekolah sehari penuh” di seluruh sekolah negeri jika wacana tersebut diterapkan, Jumat (19/8).
“Jika itu diterapkan, kami tidak akan memaksakan semua sekolah harus jam segini. Kami tawarkan ke sekolah dan orang tua,” jelas Totok Sudarto, Kepala Dinas Pendidikan Dasar Bantul.
Menanggapi wacana full day school, Totok Sudarto, Dinas Pendidikan Dasar siap dan akan berupaya menerapkannya sedikit demi sedikit jika diterapkan.
“Namun, kita tawarkan dulu, perlu peran dari masyarakat, dimusyawarahkan,” imbuhnya.
Totok menjelaskan penerapan “sekolah sehari penuh” perlu disiapkan segalanya. Dari sisi kelebihan dan kekurangannya, juga perlu didiskusikan dengan para orang tua dan siswa.
Pada prinsipnya, program “sekolah sehari penuh” sudah diterapkan di sebagian sekolah, terutama sekolah swasta dan hasilnya diklaim lebih baik. Ada juga beberapa sekolah negeri tidak menerapkan 'full day', tetapi anaknya masih beraktivitas di sekolah sampai sore, misal di perpustakaan dan lainnya.
Selama ini, siswa SD kelas V dan VI memiliki jam pelajaran sampai pukul 13.00 WIB dan SMP pukul 13.30 WIB. Konsep “sekolah sehari penuh” akan berdampak positif. Salah satunya mengurangi tawuran atau kegiatan negatif lainnya, imbuhnya.
