HarianBernas.com ? Sepertinya masa kejayaan Pokemon Go akan segera berakhir, setiap hari semakin sedikit saja orang yang memainkannya. Jika dilihat di tahap awal game yang dibuat oleh Niantic dan Nintendo ini mampu melesat hingga 45 juta pemain aktif di setiap harinya, tetapi kini tak indah seperti itu.
Pokemon Go harus mengalami nasib yang menyedihkan dimana setiap harinya 12 juta pemain tidak bermain permainan yang terinspirasi oleh tokoh Pokemon yang dimiliki oleh Nintendo ini.
Baca juga Alasan yang Membuat Anda Berpikir Dua Kali untuk Bermain Pokemon Go
Artikel yang ditulis dalam The Verge oleh Jacob Kastrenakes menyatakan jika, “Orang-orang dengan cepat merasa kehilangan minatnya terhadap aplikasi Pokemon Go.”
Jika dihitung-hitung, kini pemain aktif hariannya hanya sekitar 32 juta orang. Data tersebut diambil dari Apptopia yang dikutip dari The Verge. Setelah banyak orang sibuk untuk menceritakan kehebatan Pokemon Go, bahkan dahulu aplikasi permainan ini mampu mengalahkan media sosial semacam twitter, snapchat dan facebook. Tetapi kini setiap orang sibuk untuk menceritakan kejatuhan jumlah pemakai aktif aplikasi games.
Baca juga Kurang dari Sepekan Dirilis, Apps ini Kalahkan Popularitas Pokemon GO
Tentu saja ini kabar buruk untuk Niantic dan Nintendo. Seperti kata-kata lama, kabar buruk di suatu tempat maka akan menjadi kabar baik di tempat yang lain. Menurut analis senioe Axiom Capital Management, Victor Anthony, kabar ini tentu menjadi berita baik untuk aplikasi yang lain, seperti halnya Facebook, Snapchat, dan Tinder serta para investor mereka yang khawatir jika aplikasi lebih mapan lainnya akan kehilangan mindshare pada saat bertempur dengan Pokemon Go.
“Mengingat peningkatan pesat akan ada dalam penggunaan aplikasi Pokemon Go sejak peluncuran pada bulan Juli, investor khawatir pengalaman baru pengguna ini akan dapat mengganggu waktu yang digunakan untuk aplikasi mobile lainnya,” tutur Anthony seperti dikutip dari Bloomberg.
Baca juga Alasan yang Membuat Anda Berpikir Dua Kali untuk Bermain Pokemon Go
Menurut Forbes terdapat tiga jenis pengguna yang akan berhenti untuk bermain Pokemon Go, yaitu
- Orang yang penasaran dan juga mampir sebentar hanya untuk dapat mengobati rasa penasaran terhadap Pokemon Go, setelah merasakannya ia pun ditinggalkan.
- Para pemain hardcore merasa marah karena telah mengalami kekalahan.
- Pemain yang lebih ingin santai. Mereka mungkin akan datang kembali karena hanya akan memainkan games ini pada saat waktu luang saja.
Pokemon sendiri merupakan sebuah virtual reality game yang ada dalam smartphone dalam sistem iOS dan Android. Permainan ini pada awalnya diluncurkan dalam bentuk beta di bulan Juli 2016.
Pastinya di sini pemain akan dapat melatih, menukar, menangkap dan mempertarungkan setiap karakter Pokémon yang ada di dalamnya. Permainan ini dapat diunduh secara gratis dan dimainkan sesuka hati, walaupun Pokemon Go tetap mempunyai fasilitas pembelian.
Walaupun begitu, penurunan pemakai aktif Pokemon Go bukan berarti merupakan bentuk kematian bagi aplikasi ini. Dikutip dari Forbes, penurunan ini adalah perkembangan alami dari sebuah permainan yang diawali dengan peluncuran besar-besaran serta menimbulkan sensasi yang pastinya belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca juga Keasikan Bermain Pokemon Go, Atlet Olimpiade Jepang Dapat Tagihan Rp 65 Juta
Inilah kekuatan Pokemon yang memang sudah diketahui masyarakat sejak dahulu kala. Terlebih lagi ditambah cuaca yang telah membuat GPS menjadi lancar. Hal itu tentu akan semakin membuat Pokemon Go yang memakai teknologi GPS dengan menarik perhatian pemakainya.
