Yogyakarta, HarianBernas.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud) Muhadjir Effendi usulkan materi mengenai bahaya rokok masuk dalam kurikulum pendidikan mulai tingkat sekolah dasar, Jumat (26/8).
“SD mulai dikenalkan bahaya rokok. Itu bagian dari program pembentukan karakter,” jelas Mendikbud usai memberikan pidato pembukaan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah XIII di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Penerapan materi bahaya merokok itu akan menargetkan siswa SD hingga SMP sesuai target optimalisasi pendidikan karakter dalam Nawa Cita, Presiden Joko Widodo. Pendidikan tentang rokok ini sangat penting karena berbahaya bagi remaja, imbuhnya.
Saat ini, usulan materi mengenai bahaya rokok masuk dalam kurikulum pendidikan masih memerlukan kajian dengan program percontohan dahulu di sejumlah daerah.
“Nanti masih ada “piloting” dan akan dikaji dari semua sisi,” jelasnya.
Menurut Muhadjir Effendi, meski memerlukan kajian, program percontohan materi pendidikan bahaya rokok sudah banyak diminati sekolah-sekolah sampai sejumlah pemkab dan pemkot. Ada sekian lembaga pendidikan, termasuk Pemkot dan Pemkab yang mengajukan diri untuk dijadikan piloting.
