Gunung Kidul, HarianBernas.com — Wisatawan diperingatkan tim pencarian dan penyelamatan Pantai Baron, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta tentang ancaman ubur-ubur beracun yang berkembang di kawasan pantai selatan, Minggu (21/8).
Marjono, Koordinator Wilayah (Korwil) SAR II Pantai Baron menyebut bahwa ubur-ubur beracun berada di sekitar 200 meter dari bibir pantai, kawasan pantai selatan. Ubur-ubur beracun itu posisinya mengambang. Untuk menghindari korban sengatan ubur-ubur, SAR Pantai Baron mengingatkan wisatawan agar tidak berenang di pantai. Saat ini, memasuki musim ubur-ubur.
“Meski berada sekitar 200 meter dari bibir pantai, bila kena ombak atau angin, akan bergerak ke pinggir sampai ke pasir kawasan pantai. Wisatawan di pinggir pantai punya risiko besar tersengat,” imbuh Marjono.
Ada seorang wisatawan yang tersengat Pantai Sepanjang. Bernama Satriyo Cahyo Pamuluh (9) warga Klaten, harus mendapatkan perawatan medis karena tersengat ubur-ubur beracun.
“Setelah mendapatkan perawatan terus dibawa pulang,” katanya.
Pihaknya terus berupaya menginformasikan hewan sejenis binatang laut yang tergolong kelas Scyphozoa. Tubuhnya berbentuk payung berumbai dan bisa menyebabkan gatal di kulit jika tersentuh. SAR Pantai Baron memperingatkan wisatawan untuk tidak berenang.
“Berdasarkan pengalaman, korban yang tersengat ubur-ubur merupakan wisatawan yang memang bandel,” ujarnya.
Pihaknya berharap Dinas Kesehatan Gunung Kidul ikut menangani masalah ubur-ubur beracun, misal menyediakan alkohol untuk mengurangi rasa sakit korban yang tersengat.
Surisdiyanto, Sekretaris SAR Korwil II Pantai turut membersihkan ubur-ubur yang tersapu ombak dan terdampar di bibir pantai. Ubur-ubur, lalu dikubur dalam tempat khusus yang lokasinya jauh dari wisatawan. Selain itu, juga menyiagakan tim medis dan melakukan koordinasi dengan puskesmas dan dokter untuk memberikan pertolongan wisatawan yang tersengat ubur-ubur
“Alkohol dan amoniak juga disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama. Jika sesak napas, dibawa ke puskesmas,” imbuhnya.
