Bantul, HarianBernas.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Yogyakarta, mengoperasikan mobil keliling untuk penyuluhan tentang keamanan produk pangan dengan sasaran pasar tradisional, Minggu (21/8).
“Untuk penyuluhan dan pembinaan ke pasar tradisional, kami berencana buka stan keliling. Tahun ini, kami mendapat mobil keliling penyuluhan keamanan pangan,” kata Nitakrit, Kasi Penyelenggaraan Regulasi Kesehatan Dinkes Bantul.
Mobil keliling ini dilengkapi dengan laboratorium serta peralatan uji sampel makanan. Mobil keliling ini diusulkan pengadaannya pada tahun anggaran 2016. Dinkes Bantul sampai saat ini terus menunggu realisasinya.
Dengan adanya mobil keliling di pasar-pasar tradisional itu, para pedagang ataupun masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang produk pangan yang aman dan sehat. Dalam penyuluhan itu, petugas nanti juga akan mendapat sampel makanan yang tidak diperbolehkan jika memang ditemukan.
Penyuluhan mengenai keamanan pangan di wilayah Bantul, sebetulnya sudah rutin dilaksanakan instansinya, hanya saja belum intens terutama ke pasar-pasar karena belum adanya sarana yang memadai.
Penyuluhan keamanan pangan ke masyarakat dan pedagang penting dilakukan karena masih ditemukan kandungan bahan berbahaya pada pangan olahan misalnya boraks dalam bakso dan formalin pada mi basah. Ciri-ciri mi formalin, terlihat kaku dan tidak dikelilingi lalat karena baunya menyengat. Sedangkan yang mengandung boraks lebih kenyal, imbuhnya.
